SGU Luncurkan Konsentrasi Event Management, Perkuat Kesiapan SDM Hadapi Pertumbuhan Industri MICE Indonesia
3 mins read

SGU Luncurkan Konsentrasi Event Management, Perkuat Kesiapan SDM Hadapi Pertumbuhan Industri MICE Indonesia

10 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Pertumbuhan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang penyelenggaraan event. Menjawab kebutuhan tersebut, Swiss German University (SGU) resmi meluncurkan Program Konsentrasi Event Management, sebuah langkah strategis yang bertujuan menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.

Peluncuran program berlangsung di Bidakara Hotel Jakarta dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, hingga akademisi. Kehadiran para pelaku industri dalam peluncuran ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing sektor MICE Indonesia.

Industri Event Tidak Lagi Sekadar Penyelenggara Acara

Dalam beberapa tahun terakhir, industri event mengalami transformasi signifikan. Event kini tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi instrumen pemasaran, promosi destinasi, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penggerak investasi.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Vinsensius Jemadu, menilai industri event memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, penyelenggaraan event juga menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

Menurutnya, tren global menunjukkan bahwa industri event terus berkembang menuju penyelenggaraan yang lebih berbasis pengalaman (experience-based event), memanfaatkan teknologi digital, serta mengadopsi konsep green event yang semakin menjadi standar internasional.

“Yang dibutuhkan ke depan bukan hanya semakin banyak penyelenggaraan event, tetapi juga talenta yang mampu memahami perubahan perilaku pasar, menguasai teknologi, dan mampu menciptakan pengalaman terbaik bagi peserta,” ujarnya.

Menjawab Kesenjangan SDM Industri

Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan industri belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan.

General Manager Bidakara Hotel Jakarta, Wisnu Reza, mengatakan dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mengelola berbagai jenis kegiatan.

Karena itu, kolaborasi antara SGU dan Bidakara dirancang agar mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung melalui penyelenggaraan event nyata.

Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai kegiatan profesional seperti konferensi, pameran bisnis, acara korporasi, hingga penyelenggaraan pernikahan dan kegiatan berskala internasional.

Pendekatan berbasis praktik tersebut dinilai mampu memperpendek kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi Kampus dan Industri Jadi Kunci

Model pendidikan berbasis industri semakin menjadi kebutuhan dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis penyelenggaraan acara, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, pemasaran, hingga pengelolaan risiko.

Kemampuan tersebut menjadi modal penting mengingat profesi event manager saat ini menuntut kemampuan lintas disiplin yang memadukan kreativitas, teknologi, dan strategi bisnis.

Prospek Industri MICE Masih Sangat Besar

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi MICE di kawasan Asia Tenggara.

Didukung pembangunan infrastruktur, meningkatnya jumlah pusat konvensi, hotel berbintang, serta penyelenggaraan berbagai event internasional, kebutuhan terhadap tenaga profesional diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, investasi pada pengembangan SDM menjadi salah satu faktor penentu agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain di kawasan.

Melalui Konsentrasi Event Management, SGU berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi baru dalam industri event nasional.

Program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus memperkuat daya saing sektor MICE Indonesia di tingkat global. (Rnie)