
SD Angkasa 12 Tanamkan Disiplin dan Hormat kepada Guru Sejak Dini
Lanskap, Jakarta – Pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui pelajaran di dalam kelas. Di SD Angkasa 12, pesan tentang disiplin dan menghormati guru juga menjadi bagian dari pembiasaan yang disampaikan dalam upacara bendera.
Pada Senin (21/9/2026), Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Anugrah Widhy, S.Fil.I., Gr., bertindak sebagai pembina upacara. Ia mengajak siswa kelas 1 hingga 6 memahami bahwa disiplin dan rasa hormat merupakan kebiasaan yang dapat membantu mereka berkembang.
Mengangkat tema “Disiplin dan Hormat pada Guru Itu Keren”, Anugrah menyampaikan amanat dengan menggunakan sejumlah perumpamaan yang dekat dengan dunia anak.
Salah satunya adalah analogi robot mainan. Menurut Anugrah, robot membutuhkan baterai dan tombol yang berfungsi agar dapat bergerak. Hal serupa berlaku bagi siswa yang membutuhkan disiplin untuk menjalankan berbagai tanggung jawabnya.
Datang tepat waktu, mengerjakan tugas dengan rapi, dan menjaga kebersihan menjadi contoh sederhana yang diberikan kepada siswa.
Namun, Anugrah menekankan bahwa disiplin sebaiknya bukan lahir karena rasa takut terhadap teguran.
“Disiplin itu bukan karena takut dimarahi, tapi karena kalian sayang sama diri sendiri dan ingin jadi lebih hebat setiap hari,” ujarnya.
Pesan berikutnya berkaitan dengan hubungan siswa dan guru. Anugrah menggambarkan guru sebagai pelita yang membantu menerangi perjalanan siswa.
Menghormati guru dapat dilakukan melalui hal sederhana, seperti memperhatikan saat guru berbicara, menerima nasihat dengan lapang dada, dan membiasakan salam serta senyum ketika bertemu guru.
Sebagai penutup, Anugrah mengibaratkan disiplin dan hormat kepada guru sebagai dua sayap burung. Keduanya perlu dijaga agar siswa dapat terus tumbuh dan mengejar cita-cita.
Upacara bendera tersebut menjadi bagian dari pembiasaan karakter yang dilakukan SD Angkasa 12. Kegiatan diikuti seluruh siswa, dewan guru, dan karyawan sekolah.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berupaya menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian dari keseharian siswa, berdampingan dengan proses pembelajaran akademik. (Hnd)



