
Pegadaian Dorong Rumah Ibadah Lebih Inklusif melalui Program Peduli di Jakarta dan Banten
Lanskap, Jakarta – Rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas keagamaan. Di banyak lingkungan masyarakat, rumah ibadah juga menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu dasar PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2 dalam menjalankan program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, Pegadaian menyalurkan bantuan kepada sejumlah masjid di Jakarta dan Banten. Pelaksanaan program mencakup sejumlah area, antara lain Kali Deres, Cireundeu, Tangerang, Tanjung Priok, dan Kebayoran Baru.
Bantuan tidak hanya menyasar kebutuhan renovasi bangunan. Program tersebut juga memberikan perhatian terhadap fasilitas yang mendukung kenyamanan jamaah serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat.
“Rumah ibadah adalah pusat peradaban, tempat pembentukan karakter, dan titik temu sosial masyarakat,” ujar Maryono.
Karena itu, menurutnya, penyediaan fasilitas yang layak dan nyaman dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik.
Dalam program tersebut, bantuan dapat digunakan untuk memperbaiki atap, dinding dan fasad bangunan, toilet, hingga tempat wudu.
Kebutuhan penunjang aktivitas jamaah juga dapat menjadi sasaran bantuan, seperti pengadaan karpet, genset, sound system, dan AC.
Sementara itu, fasilitas ramah difabel menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus. Rumah ibadah dapat memanfaatkan dukungan untuk membangun ramp atau bidang miring bagi pengguna kursi roda serta memasang handrail di area toilet dan tangga.
Langkah tersebut diarahkan agar rumah ibadah dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.
“Dengan menghadirkan tempat ibadah yang layak, aman, serta nyaman, Pegadaian memastikan bahwa keberadaan kami membawa kemanfaatan yang konkret dan langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” kata Maryono.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari budaya perusahaan.
“Kami ingin memastikan bahwa insan Pegadaian tidak hanya unggul secara profesionalitas kerja, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk hadir membantu sesama,” tambahnya.
Melalui program ini, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 berharap rumah ibadah dapat berkembang sebagai ruang yang lebih aktif untuk kegiatan keagamaan, sosial, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Program Pegadaian Peduli Rumah Ibadah juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menjalankan TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk menciptakan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. (Hnd)



