
Makna Kartini di Era Modern, Tara Basro Soroti Kebebasan Perempuan dalam Mengekspresikan Diri
Lanskap, Jakarta – Momentum Hari Kartini menjadi refleksi baru bagi perempuan modern dalam memaknai emansipasi. Bukan lagi sekadar perjuangan besar, tetapi juga hadir dalam keputusan sehari-hari, termasuk cara berpikir dan berekspresi.
Aktris Tara Basro menilai emansipasi sebagai perjalanan personal yang erat dengan kebebasan menentukan pilihan hidup. Hal ini disampaikannya dalam kolaborasi bersama UNIQLO dalam mengangkat semangat Kartini masa kini.
Menurut Tara, tantangan perempuan saat ini tidak selalu terlihat jelas, tetapi hadir dalam bentuk ekspektasi sosial yang memengaruhi cara perempuan menilai dirinya sendiri. Standar tersebut kerap membentuk citra “ideal” yang harus dipenuhi.
Ia mengaku pernah berada dalam fase ketika tekanan sosial memengaruhi kepercayaan dirinya, terutama saat mengalami perubahan fisik.
“Ada masa di mana aku merasa harus jadi versi tertentu supaya bisa diterima. Dan itu capek, karena rasanya bukan benar-benar aku,” ungkapnya.
Seiring waktu, Tara menyadari bahwa kepercayaan diri tidak berasal dari memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan dari keberanian untuk menjadi diri sendiri.
Dalam kesehariannya, kebebasan berekspresi juga ia wujudkan melalui pilihan busana. Baginya, pakaian bukan sekadar penampilan, tetapi bagian dari identitas dan kenyamanan diri.
Pendekatan ini selaras dengan filosofi LifeWear dari UNIQLO, yang menekankan pada pakaian sederhana, fungsional, dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
Melalui berbagai gaya, mulai dari kasual hingga tampilan yang lebih tegas, Tara menunjukkan bahwa ekspresi diri dapat hadir dalam banyak bentuk selama tetap berangkat dari kenyamanan dan kejujuran terhadap diri sendiri.
Pada akhirnya, ia memaknai semangat Kartini sebagai keberanian perempuan untuk memilih jalan hidupnya sendiri tanpa harus terikat pada standar yang ditentukan orang lain. (Hnd)



