Kuliah Umum di Undip, Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Fiskal Hadapi Tantangan Global
1 min read

Kuliah Umum di Undip, Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Fiskal Hadapi Tantangan Global

0 Kali Dibaca

Lanskap, Semarang – Pemerintah terus memperkuat pengelolaan fiskal agar tetap sehat, kredibel, dan adaptif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Di tengah tantangan yang dipicu konflik geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan fluktuasi pasar keuangan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum di hadapan sivitas akademika Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026).

Dalam paparannya, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terus mengendalikan kebijakan fiskal agar mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan nasional.

“Dampak kebijakan fiskal kita kontrol terus, kita tidak takut dengan situasi global. Saya terus gerakkan mesin-mesin pertumbuhan ekonomi, jadi tumbuh 6 persen di tahun ini enggak susah-susah amat,” ujar Purbaya.

Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan ruang fiskal yang cukup untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal. Dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disiplin, pemerintah optimistis mampu menjaga inflasi tetap terkendali serta melindungi daya beli masyarakat.

Purbaya juga menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional semata-mata ditopang oleh belanja pemerintah. Ia menegaskan bahwa sektor swasta memiliki kontribusi besar melalui peningkatan investasi, ekspansi dunia usaha, dan konsumsi masyarakat yang tetap kuat.

Selain itu, pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN tetap berada di bawah 3 persen sebagai bentuk disiplin fiskal sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan berbagai instrumen pembiayaan, termasuk memperkuat peran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dalam mendukung pembangunan nasional tanpa membebani APBN secara berlebihan.

Dengan strategi fiskal yang prudent, pemerintah optimistis kredibilitas ekonomi nasional tetap terjaga serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (Asm)