Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Kalbe Ajak Masyarakat Rutin Periksa Kesehatan
3 mins read

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Kalbe Ajak Masyarakat Rutin Periksa Kesehatan

Lanskap, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kolesterol tinggi di Indonesia. Melalui program edukasi kesehatan bertajuk Love The Beat yang berkolaborasi dengan Mitra Keluarga Kemayoran, Kalbe mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung melalui edukasi, deteksi dini, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Program yang digelar melalui talkshow kesehatan dan layanan pemeriksaan kesehatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya kolesterol tinggi sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, Maria Stefani, menjelaskan bahwa kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari risiko yang dimilikinya hingga muncul komplikasi serius.

“Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki risiko penyakit kardiovaskular. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan kolesterol secara rutin, dan pengobatan yang tepat menjadi penting untuk mencegah komplikasi,” ujarnya.

Menurut Maria, melalui program Love The Beat, Kalbe ingin membantu masyarakat memahami faktor risiko yang dimiliki sekaligus langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Penyakit kardiovaskular hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Salah satu faktor risiko yang paling sering ditemukan adalah tingginya kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

Meski kolesterol dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, memproduksi hormon, dan membantu pembentukan vitamin D, kadar LDL yang berlebihan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung maupun stroke.

Kadept Medis Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Reinaldo, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas batas normal atau masuk kategori tidak aman.

“Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap gangguan kesehatan jantung. Karena itu, pemeriksaan kolesterol secara berkala maupun medical check up menjadi langkah penting untuk pencegahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan secara rutin meliputi profil lipid, gula darah, tekanan darah, hingga pemeriksaan jantung. Langkah ini dinilai efektif untuk mengidentifikasi faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, dr. Nancy Virginia, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC, menegaskan bahwa kolesterol tinggi sering kali menjadi ancaman tersembunyi karena tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal.

“Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menjadi faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Banyak pasien baru mengetahui kondisinya setelah terjadi komplikasi,” ujarnya.

Menurut dr. Nancy, pemeriksaan kolesterol sebaiknya mulai dilakukan sejak usia 20 tahun, meliputi pemeriksaan kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan secara berkala sesuai faktor risiko masing-masing individu.

Selain pemeriksaan rutin, masyarakat juga dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga pola makan, berolahraga minimal 150 menit per minggu, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Dalam beberapa kondisi, terapi obat seperti statin maupun terapi non-statin juga diperlukan untuk membantu mencapai target kadar LDL dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular.

Sementara itu, Product Manager Optima Degenerative PT Kalbe Farma Tbk, Sona Karisnata Inriano, menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang.

Menurutnya, pengendalian kolesterol tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga memerlukan kedisiplinan pasien dalam menjalani gaya hidup sehat, kontrol rutin, dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Kalbe sendiri terus mendukung upaya tersebut dengan menghadirkan berbagai solusi kesehatan, mulai dari edukasi, dukungan pemeriksaan kesehatan, hingga portofolio terapi kardiovaskular yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan tenaga medis.

Melalui program Love The Beat, Kalbe berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya deteksi dini kolesterol tinggi sehingga risiko penyakit jantung dan stroke dapat ditekan sejak awal. (Red)