Ketika Rasa Suka Membuat Canggung, Belajar Memahami Diri dan Komunikasi
4 mins read

Ketika Rasa Suka Membuat Canggung, Belajar Memahami Diri dan Komunikasi

2 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta โ€“ Rasa suka kepada seseorang tidak selalu membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Bagi sebagian orang, justru sebaliknya. Keinginan untuk memberikan kesan baik dapat membuat seseorang semakin gugup, terlalu banyak berpikir, bahkan kesulitan menemukan kata-kata untuk memulai percakapan.

Hal tersebut dialami seorang perempuan berusia 19 tahun yang mengaku pemalu dan canggung saat berkomunikasi secara langsung.

Ia mulai menyukai seorang laki-laki yang menjadi leader dalam proyek yang sedang dikerjakannya. Interaksi yang awalnya berkaitan dengan pekerjaan kemudian berkembang melalui percakapan dan komunikasi lewat chat.

Namun, ada perbedaan yang cukup terasa.

Melalui chat, komunikasi mereka dapat berlangsung cukup sering. Ketika bertemu langsung, percakapan justru tidak mengalir seperti saat berkomunikasi melalui pesan.

Ketika Pikiran Mulai Mencari Jawaban

Rasa canggung membuat perempuan tersebut kesulitan memulai percakapan. Jika lawan bicaranya tidak membuka obrolan lebih dulu, ia bingung menentukan topik.

Ia juga merasa tidak nyaman menyapa terlebih dahulu atau menanyakan sesuatu di luar kepentingan proyek.

Situasi tersebut kemudian semakin rumit setelah ia mengetahui bahwa laki-laki yang disukainya pernah memiliki mantan yang disebut mirip dengannya.

Informasi itu memunculkan pertanyaan mengenai alasan pendekatan yang dilakukan laki-laki tersebut. Apakah ketertarikannya memang ditujukan kepadanya atau ada alasan lain?

Ketika belakangan laki-laki tersebut terlihat menjaga jarak, pertanyaan baru kembali muncul. Apakah ia mulai bosan, sudah memiliki pasangan, atau sebenarnya perubahan sikap tersebut hanya terasa demikian karena dirinya terlalu memikirkannya?

Pisahkan Fakta dan Prasangka

Dalam menghadapi situasi yang tidak memiliki jawaban pasti, Pijar Psikologi mengingatkan pentingnya menyadari bahwa pikiran dapat menghasilkan banyak kemungkinan.

Ketika informasi yang dimiliki belum lengkap, seseorang dapat mengisi kekosongan tersebut dengan berbagai dugaan. Padahal, dugaan belum tentu menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Karena itu, hal yang dapat dilakukan adalah mencari informasi yang lebih jelas. Seseorang dapat bertanya kepada sumber lain yang dipercaya atau, ketika situasinya memungkinkan, berkomunikasi langsung dengan pihak yang bersangkutan.

Cara tersebut dapat membantu mengurangi praduga dan keraguan.

Pemalu Bukan Berarti Tidak Mampu Bersosialisasi

Sifat pemalu merupakan hal yang dapat dialami banyak orang, terutama ketika berada di lingkungan baru atau bertemu dengan orang baru.

Namun, rasa malu perlu mendapat perhatian ketika mulai menghambat seseorang melakukan aktivitas atau membangun komunikasi yang sebenarnya ingin dilakukan.

Karakter individu, pengalaman tertentu, kondisi lingkungan, maupun kurangnya kesempatan untuk berinteraksi dapat menjadi bagian dari faktor yang memengaruhi munculnya rasa malu.

Karena itu, membangun kemampuan komunikasi tidak harus dilakukan melalui perubahan besar secara tiba-tiba.

Latih Komunikasi dari Hal Kecil

Pijar Psikologi memberikan sejumlah langkah sederhana untuk membantu mengurangi rasa malu.

Pertama, mencoba mengurangi pandangan negatif terhadap diri sendiri dan lingkungan. Pikiran dapat memengaruhi perasaan dan perilaku sehingga mengenali kelebihan diri dapat menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri.

Kedua, membiasakan diri bersikap terbuka dan hangat. Senyum atau sapaan sederhana dapat menjadi latihan komunikasi tanpa harus langsung memaksakan percakapan panjang.

Ketiga, menghadapi situasi dengan lebih tenang. Ketika merasa gugup, tubuh dapat dibuat lebih rileks, misalnya dengan meregangkan otot.

Keempat, memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk mencoba.

Tidak Semua Hal Harus Langsung Mendapat Jawaban

Dalam persoalan hubungan interpersonal, tidak semua perubahan sikap orang lain dapat langsung diketahui alasannya.

Karena itu, penting untuk tidak menjadikan dugaan sebagai fakta. Perasaan suka juga dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap perubahan kecil dalam komunikasi.

Daripada terus membangun berbagai kemungkinan di dalam pikiran, seseorang dapat menggunakan situasi tersebut sebagai kesempatan untuk belajar mengenali diri, melatih komunikasi, dan memahami batas antara fakta dengan asumsi.

Menjadi pribadi pendiam atau pemalu bukan berarti seseorang tidak dapat membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan secara bertahap, dimulai dari interaksi sederhana dan keberanian untuk mencoba.

Pada akhirnya, komunikasi bukan tentang selalu memiliki topik yang sempurna. Kadang, keberanian untuk menyapa, tersenyum, atau membuka percakapan sederhana sudah menjadi langkah penting untuk keluar dari rasa canggung. (Nda)