
Ketika Pasar Jambu Dua Tak Lagi Sekadar Tempat Belanja
Lanskap, Bogor – Pasar tidak selalu hanya tentang aktivitas jual beli. Ketika ruang perdagangan dipadukan dengan kuliner dan aktivitas masyarakat, pasar bisa berubah menjadi tempat yang lebih hidup.
Gambaran itu terlihat di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, setelah Sentra Kuliner di kawasan tersebut resmi dibuka pada Kamis (17/9/2026).
Sebanyak 184 tenant kini mengisi kawasan kuliner tersebut dan menjadi ruang baru bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berharap perkembangan Jambu Dua tidak berhenti pada satu kawasan. Menurutnya, pengalaman penataan Jambu Dua dapat menjadi inspirasi bagi pasar lain di Kota Bogor.
“Peresmian Sentra Kuliner Pasar Jambu Dua mudah-mudahan menjadi momentum yang bagus untuk memajukan pasar-pasar lain di Kota Bogor,” ujarnya.
Menghidupkan Kembali Ruang Pasar
Bagi masyarakat, pasar yang ramai tentu memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ruang perdagangan yang hanya dikunjungi ketika membutuhkan sesuatu.
Kehadiran sentra kuliner membuat aktivitas di Pasar Jambu Dua menjadi lebih beragam. Orang bisa datang untuk berbelanja sekaligus mencari makanan dan menikmati suasana kawasan.
Konsep semacam ini juga menjadi bagian dari arah pengembangan pasar rakyat di Kota Bogor.
Pemkot Bogor berharap masyarakat ikut meramaikan 14 pasar yang ada di kota tersebut, yang secara keseluruhan dihuni sekitar 9.000 pedagang.
Gembrong Mulai Berubah
Perubahan serupa juga mulai terlihat di Pasar Gembrong.
Dedie menyebut jumlah tenant di pasar tersebut terus bertambah. Kuliner juga mulai masuk sehingga membuka peluang bagi Pasar Gembrong untuk berkembang sebagai salah satu tujuan kuliner masyarakat.
Jika perkembangan tersebut terus berlanjut, pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dan konsumen.
Menunggu Babak Baru Pasar Merdeka
Pasar Merdeka juga tengah dipersiapkan untuk beroperasi.
Pasar tersebut sebelumnya dirancang dengan kapasitas sekitar 450 pedagang dan menjadi bagian dari penataan pasar rakyat di Kota Bogor.
Dedie berharap Pasar Merdeka dapat mengikuti perkembangan Jambu Dua setelah nantinya diresmikan.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pasar di Kota Bogor mulai diarahkan pada konsep yang lebih beragam, bukan hanya menyediakan tempat bagi pedagang, tetapi juga membuat masyarakat memiliki alasan untuk datang.
Dari Pedagang hingga Pengunjung
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pasar tidak hanya ditentukan oleh bangunan atau jumlah tenant.
Ada pedagang yang membutuhkan ruang usaha, konsumen yang mencari produk, serta masyarakat yang membutuhkan tempat untuk beraktivitas.
Jambu Dua kini mencoba mempertemukan ketiganya melalui pasar dan sentra kuliner.
Sementara itu, Gembrong dan Pasar Merdeka disiapkan untuk melanjutkan perkembangan tersebut di kawasan lain.
Jika masyarakat ikut meramaikan, pasar-pasar tersebut bukan hanya menjadi tempat mencari kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan ekonomi dan sosial Kota Bogor. (Rnie)



