Ketika Hotel Tak Lagi Sekadar Tempat Bermalam, The Bountie Hadir di Sukabumi
3 mins read

Ketika Hotel Tak Lagi Sekadar Tempat Bermalam, The Bountie Hadir di Sukabumi

7 Kali Dibaca

Lanskap – Sebuah hotel hari ini tidak selalu hanya tentang kamar, tempat tidur, dan sarapan di pagi hari. Bagi sebagian orang, hotel adalah tempat bertemu, bekerja, merayakan sesuatu, beristirahat, atau sekadar mencari ruang untuk menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari konsep yang dibawa The Bountie Hotel Sukabumi, affiliate lifestyle brand terbaru dari Omega Hotel Management (OHM), operator hotel di bawah naungan Alfaland Group.

Kehadirannya di Sukabumi menjadi bagian dari strategi OHM untuk mengembangkan portofolio brand yang lebih fleksibel sekaligus menjawab kebutuhan hospitality yang semakin beragam.

The Bountie Hotel Sukabumi saat ini memiliki 86 kamar dengan pilihan Superior, Deluxe, Deluxe Suite, Owner Suite, dan Family Suite.

Pilihan tersebut memberikan ruang bagi berbagai karakter tamu. Ada yang datang untuk perjalanan singkat, menghabiskan waktu bersama pasangan, berlibur bersama keluarga, hingga melakukan perjalanan bisnis.

Namun, cerita The Bountie tidak berhenti di kamar.

Satu Tempat untuk Banyak Pengalaman

Di dalam satu destinasi, tamu dapat menemukan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan leisure maupun bisnis.

Grand Ballroom dan Bountie Hall disiapkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari meeting dan conference hingga gathering serta wedding. Sementara itu, swimming pool dan mini playground memberikan ruang bagi tamu yang ingin menghabiskan waktu lebih santai bersama keluarga.

Untuk mereka yang ingin beristirahat sejenak dari rutinitas, tersedia pula fasilitas spa yang melengkapi pengalaman wellness di hotel.

Kemudian ada sisi yang tidak kalah penting dalam pengalaman hospitality: makanan dan minuman.

The Bountie Hotel Sukabumi saat ini memiliki Frances Cafe dan Lady Lau Lounge and Bar. Dua ruang tersebut memberikan pilihan bagi tamu maupun masyarakat untuk menikmati makanan, minuman, berbincang, atau sekadar duduk menikmati suasana.

Ekosistem kuliner tersebut pun belum selesai dikembangkan.

Ramela Resto dijadwalkan segera hadir di The Bountie, sementara OHM juga tengah mempersiapkan brand Kopitiam baru sebagai tambahan pilihan Food & Beverage.

Dengan demikian, The Bountie perlahan dibentuk bukan hanya sebagai properti hotel, melainkan sebagai ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan dalam satu tempat.

Membaca Perubahan Cara Orang Menikmati Hospitality

Konsep affiliate lifestyle brand yang dikembangkan OHM menunjukkan adanya perubahan dalam cara industri hospitality melihat kebutuhan tamu.

Orang datang ke hotel bukan semata-mata untuk tidur.

Mereka datang untuk bekerja dari tempat yang berbeda, mengadakan pertemuan, merayakan pernikahan, berkumpul dengan keluarga, mencari ruang untuk bersantai, menikmati kuliner, atau sekadar memberi jeda pada rutinitas.

Di titik itulah The Bountie Hotel Sukabumi mencoba mengambil peran.

Ditha Fitriana, Corporate Marcom & PR Manager Omega Hotel Management, menyebut kehadiran The Bountie sebagai bagian dari strategi OHM untuk terus berkembang melalui brand yang lebih fleksibel dengan karakter lifestyle yang kuat.

“The Bountie merupakan bagian dari strategi Omega Hotel Management untuk terus berkembang melalui brand yang lebih fleksibel dan memiliki karakter lifestyle yang kuat. Kami ingin The Bountie tidak hanya dikenal sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai destinasi yang dapat menjawab berbagai kebutuhan, mulai dari leisure, business, meeting, celebration, wellness, hingga kuliner. Dengan hadirnya The Bountie di Sukabumi, kami berharap dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat kontribusi OHM terhadap pertumbuhan hospitality di daerah,” ujar Ditha.

Pada akhirnya, kehadiran The Bountie Hotel Sukabumi bukan hanya tentang bertambahnya satu nama dalam daftar hotel di Sukabumi.

Lebih dari itu, ia menjadi bagian dari perjalanan hospitality di daerah yang semakin berkembang—ketika hotel mulai bertransformasi menjadi sebuah destinasi dengan banyak fungsi dan pengalaman.

Tempat untuk bermalam, tetapi juga tempat untuk bertemu. Tempat untuk bekerja, tetapi juga tempat untuk beristirahat. Tempat untuk merayakan sesuatu, sekaligus tempat untuk menikmati hal-hal sederhana.

Dan mungkin, di situlah karakter sebuah lifestyle hotel menemukan maknanya. (Hnd)