Dari Kebiasaan Kecil, Menjaga Gigi Anak Bisa Dimulai dari Sekolah
3 mins read

Dari Kebiasaan Kecil, Menjaga Gigi Anak Bisa Dimulai dari Sekolah

0 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Mengajarkan anak menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal mengingatkan mereka untuk menyikat gigi. Kebiasaan tersebut perlu dibangun sejak dini agar perawatan gigi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Gambaran mengenai pentingnya edukasi itu terlihat dari hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dari anak sekolah yang menjalani pemeriksaan, 41 persen diketahui mengalami karies atau gigi berlubang.

Temuan tersebut menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemeriksaan gigi merupakan salah satu prioritas dalam program CKG sehingga anak sekolah perlu memanfaatkan layanan tersebut.

ā€œBerita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan CKG anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,ā€ ujar Dante saat Kick-off BKGN 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kesehatan Gigi Dimulai dari Rutinitas

Bagi anak, menjaga kesehatan gigi sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan yang sederhana. Menyikat gigi secara teratur, memilih makanan yang lebih baik bagi kesehatan gigi, serta menggunakan pasta gigi berfluoride merupakan bagian dari rutinitas yang dapat diperkenalkan sejak dini.

Dante mengingatkan agar pemeriksaan gigi tidak baru dilakukan ketika anak mengalami rasa sakit.

ā€œIntervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya,ā€ ujarnya.

Pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Selain di rumah, sekolah memiliki ruang yang besar untuk membentuk kebiasaan tersebut. UKS, dokter kecil, pramuka, dan berbagai aktivitas sekolah dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya kesehatan gigi dengan cara yang dekat dengan keseharian anak.

Anak Belajar Saling Mengingatkan

Ada pula cara yang lebih menarik untuk membuat edukasi kesehatan gigi terasa dekat dengan anak. Para siswa dapat dilibatkan sebagai ā€œdetektif gigi berlubangā€ untuk membantu mengenali tanda-tanda masalah gigi.

Pendekatan semacam ini membuat anak tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka juga dapat belajar memperhatikan kesehatan diri sendiri sekaligus mengingatkan teman-temannya.

Kebiasaan menyikat gigi juga perlu diperhatikan waktunya. Dante menganjurkan anak menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam.

Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi konsistensi menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku hidup sehat.

BKGN 2026: Periksa, Tindak Lanjut, Jaga

Semangat membangun kebiasaan tersebut turut dibawa dalam Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026.

Tahun ini, BKGN mengangkat tema ā€œGigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebatā€ dengan subtema ā€œPeriksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulutā€.

BKGN merupakan kolaborasi Kemenkes, PB PDGI, AFDOKGI, Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta mitra swasta.

Wakil Ketua PB PDGI Tari Tritarayati mengatakan, BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi untuk mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak 2010.

ā€œKami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,ā€ ujar Tari.

Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pemeriksaan, tetapi ikut memperkuat kebiasaan merawat gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Kick-off yang berlangsung di SDN Menteng 01 Jakarta diisi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama para siswa.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan gigi anak memang tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak sekolah dapat menjadi bekal penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut hingga mereka tumbuh dewasa. (Rnie)