Karya Raya 2026 Tampilkan 2.053 Buku, Apresiasi Kreativitas Anak Indonesia
2 mins read

Karya Raya 2026 Tampilkan 2.053 Buku, Apresiasi Kreativitas Anak Indonesia

0 Kali Dibaca

Lanskap.id, Jakarta –  Karya Raya 2026 menghadirkan lebih dari 2.053 buku dan karya cerita orisinal anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Festival yang digagas bookabook.id bersama Perpustakaan Jakarta ini menjadi ruang bagi anak dan remaja untuk memperkenalkan karya, mengembangkan kemampuan bercerita, serta memperoleh apresiasi atas kreativitas mereka.

Mengusung tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, rangkaian pameran buku karya penulis muda berlangsung di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada 11 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan dilanjutkan dengan malam penghargaan dan perayaan di Teater Jakarta pada 3 Oktober 2026.

Salah satu peserta yang mendapat perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Muhammad Rizky Fadhilah, siswa kelas 6 SD Al-Amanah Baleendah, Kabupaten Bandung. Fadhil meraih Character Chameleon Award dalam kompetisi Tell-a-Tale berkat kemampuannya membawakan karakter cerita melalui olah vokal, ekspresi, dan gestur.

Prestasi tersebut melanjutkan rekam jejak Fadhil dalam berbagai kompetisi mendongeng dan pidato. Ia pernah meraih penghargaan tingkat provinsi dan nasional, termasuk Juara 1 Lomba Dongeng Anak Bercerita tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2021 dan Juara 2 Pendongeng Cilik IOTA KIDS tingkat nasional pada 2022.

Kompetisi dan ruang pengembangan kreativitas

Karya Raya 2026 menghadirkan beberapa kategori kegiatan untuk anak usia 5–18 tahun. Program tersebut mencakup kompetisi storytelling Tell-a-Tale, pameran dan pengiriman karya buku penulis muda, penghargaan cerita pendek dan esai, serta Readers’ Choice Award.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, hadir dan mengapresiasi kolaborasi yang dinilai membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenalkan kreativitas mereka. Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta C PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim, menekankan fungsi perpustakaan sebagai ruang terbuka bagi karya anak.

Pendongeng dan pengamat perkembangan kognitif anak melalui cerita, Gery Saleh Puraatmadja atau Paman Gery, turut menjadi salah satu juri kompetisi Tell-a-Tale. Ia berharap kegiatan tersebut mendorong lebih banyak anak untuk berani menyampaikan gagasan dan mengembangkan kemampuan bercerita.

Co-Founder Karya Raya dan bookabook.id, Ernest Junius Wiyanto, menyampaikan bahwa apresiasi terhadap karya anak memiliki peran dalam membangun identitas dan kepercayaan diri.

“Ketika coretan itu dihargai orang lain, anak mulai melihat dirinya sebagai pelukis. Ketika seorang anak menulis dan tulisannya menyentuh orang lain, anak itu melihat dirinya sebagai seorang penulis,” kata Ernest.

Penyelenggaraan Karya Raya memperlihatkan upaya membangun ekosistem literasi dan kreativitas sejak usia dini. Melalui pameran dan kompetisi, anak-anak memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan karya sekaligus belajar dari proses berkarya dan apresiasi publik. (Hnd)