
Ketika Tempat Menginap Menjadi Bagian dari Cerita Perjalanan
Lanskap, Jakarta – Sebuah perjalanan biasanya identik dengan destinasi. Kota yang dikunjungi, kuliner yang dicicipi, atau pemandangan yang ditemui menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang.
Namun, ada kalanya tempat menginap justru menjadi bagian dari cerita tersebut.
Di berbagai penjuru dunia, sejumlah penginapan menawarkan pengalaman yang jauh dari hotel pada umumnya. Ada yang berada di atas crane, berdiri di tengah danau, menggunakan kapal pesiar sebagai bangunan, hingga menghadirkan kamar di sisi tebing.
Tidur di Atas Crane
Di Amsterdam, pengalaman tersebut dapat ditemukan di Crane Hotel Faralda Amsterdam.
Hotel yang berada di kawasan NDSM ini menempati sebuah crane pelabuhan dengan posisi sekitar 50 meter di atas Sungai IJ.
Dengan hanya tiga suite, penginapan tersebut memberikan pengalaman bermalam dari ketinggian. Bahkan, jacuzzi di bagian atas crane menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Menyatu dengan Alam
Tidak semua pengalaman unik harus datang dari bangunan yang ekstrem.
Valley Views Glamping di Selandia Baru membawa wisatawan lebih dekat dengan alam melalui konsep glamping.
Sementara itu, Eagle Brae di Skotlandia menawarkan kabin di tengah lanskap pedesaan. Keduanya memberikan pengalaman yang berbeda bagi mereka yang ingin memperlambat ritme perjalanan dan menikmati suasana alam.
Di Kamboja, Shinta Mani Wild juga membawa pengalaman menginap lebih dekat dengan lingkungan hutan.
Istana di Tengah Danau
Di Udaipur, India, sejarah menjadi bagian dari pengalaman menginap.
Taj Lake Palace berdiri di tengah Danau Pichola. Bangunan tersebut memiliki masa lalu sebagai kediaman musim panas keluarga kerajaan Mewar.
Kini, bangunan bersejarah itu menjadi hotel yang menawarkan pemandangan air dan perbukitan sebagai bagian dari pengalaman tamunya.
Rumah Pohon di Peru
Bagi sebagian orang, masa kecil dan rumah pohon mungkin memiliki hubungan dengan kenangan bermain.
Konsep tersebut hadir dalam bentuk akomodasi di Treehouse Lodge, Peru.
Pengunjung dapat merasakan pengalaman bermalam dengan suasana yang lebih dekat dengan pepohonan. Alam tidak hanya menjadi pemandangan, tetapi menjadi bagian dari ruang tinggal.
Tinggal di Atas Kapal
Pengalaman berbeda juga ditawarkan Fingal Hotel di Edinburgh.
Hotel ini berada di atas kapal pesiar bersejarah yang ditambatkan di kota tersebut. Karakter kapal tetap terasa dalam pengalaman menginap.
Bagi tamu, bermalam di sini berarti menikmati perpaduan antara suasana kapal dan kenyamanan sebuah hotel.
Menginap di Tengah Lanskap Tropis
Di Panama, Nayara Bocas Del Toro membawa pengalaman menginap ke lingkungan kepulauan tropis.
Sementara di Maroko, La Tour D’Eole menawarkan pendekatan berbeda dengan memanfaatkan karakter lanskap di sekitarnya.
Keduanya menunjukkan bahwa sebuah penginapan dapat menjadi cara untuk merasakan karakter sebuah tempat tanpa harus terus berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.
Ketika Kamar Berada di Tebing
Pengalaman paling menantang bisa ditemukan di Skylodge Adventure Suites, Peru.
Akomodasi ini menggunakan kapsul yang berada di sisi tebing kawasan Urubamba. Pemandangan pegunungan menjadi bagian dari pengalaman, tetapi perjalanan menuju tempat tersebut juga menjadi tantangan tersendiri.
Di sini, batas antara aktivitas wisata dan pengalaman menginap menjadi semakin tipis.
Bukan Hanya Soal Tempat Tidur
Dari crane di Amsterdam hingga tebing di Peru, setiap penginapan menawarkan cara berbeda untuk merasakan sebuah perjalanan.
Keunikan tersebut menunjukkan bahwa hotel dapat memiliki peran lebih besar daripada sekadar tempat tidur setelah seharian berwisata.
Bagi sebagian wisatawan, pengalaman justru dimulai ketika pintu kamar dibuka—atau bahkan jauh sebelum sampai di sana.
Karena pada akhirnya, perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang dijalani sepanjang perjalanan. (Firda)



