Film Nobody Loves Kay Tayang di Bioskop, Angkat Perjuangan Anak Muda Membuktikan Diri
2 mins read

Film Nobody Loves Kay Tayang di Bioskop, Angkat Perjuangan Anak Muda Membuktikan Diri

Lanskap, Jakarta – Film drama remaja yang paling banyak diperbincangkan tahun ini, Nobody Loves Kay, resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis (4/6/2026). Film produksi ONIC, Folago Pictures, Migunani Cinema Cult, Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini hadir sebagai kisah emosional tentang perjuangan anak muda mengejar mimpi di tengah keraguan dan tekanan dari lingkungan sekitar.

Terinspirasi dari perjalanan hidup jungler andalan ONIC Esports, Kairi, film garapan sutradara debutan Bernardus Raka ini mengangkat tema coming-of-age yang dekat dengan realitas generasi muda saat ini. Melalui karakter Kay yang diperankan Bima Azriel, penonton diajak menyelami perjuangan seorang remaja yang memilih jalan hidup berbeda dan harus menghadapi penolakan, termasuk dari orang-orang terdekatnya.

Sejak penayangan khusus sebelum rilis, Nobody Loves Kay mendapat sambutan positif dari penonton dan kritikus film. Banyak yang menilai film ini sebagai salah satu karya Indonesia terbaik tahun ini berkat cerita yang kuat, emosional, dan relevan dengan kehidupan anak muda.

Film ini menyampaikan pesan bahwa mimpi besar membutuhkan usaha dan pengorbanan yang sama besarnya. Kay menjadi simbol anak muda yang berani memperjuangkan impiannya meskipun dianggap tidak realistis oleh lingkungan sekitar. Perjalanan tersebut menjadi pembuktian bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengalahkan keraguan banyak orang.

Sutradara Bernardus Raka mengatakan bahwa film ini dipersembahkan untuk seluruh generasi muda yang sedang berjuang menentukan masa depan mereka.

“Kay adalah representasi generasi hari ini yang sering kali harus berjalan sendiri karena mimpinya dianggap aneh atau tidak realistis. Melalui film ini kami ingin menyampaikan bahwa setiap mimpi itu valid, tetapi harus dibayar dengan kerja keras yang luar biasa,” ujarnya.

Kekuatan film ini juga didukung penampilan para aktor muda berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, dan Joshia Frederico. Ketiganya berhasil menghadirkan dinamika persahabatan, konflik keluarga, serta benturan ambisi yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Bima Azriel mengaku banyak belajar dari karakter Kay yang mengajarkannya bahwa rasa diremehkan dapat menjadi motivasi untuk membuktikan kemampuan diri.

Sementara Rey Bong menilai film ini mengingatkan bahwa perjuangan meraih mimpi tidak selalu berjalan mulus. Persahabatan, pengorbanan, dan ego menjadi bagian dari perjalanan yang harus dihadapi setiap orang dalam mencapai tujuan hidupnya.

Dengan kombinasi drama keluarga, persahabatan, dan perjuangan meraih mimpi, Nobody Loves Kay siap menghadirkan pengalaman emosional yang menguras air mata penonton. Film ini menjadi tontonan yang relevan bagi siapa saja yang pernah merasa diragukan, diremehkan, atau sedang berusaha membuktikan diri kepada dunia.

Nobody Loves Kay kini telah tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia. (Asm)