ESMOD Jakarta Buka Akses Talenta Fashion Indonesia ke Panggung Global
4 mins read

ESMOD Jakarta Buka Akses Talenta Fashion Indonesia ke Panggung Global

14 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – ESMOD Jakarta memperluas peluang bagi talenta fashion Indonesia untuk mendapatkan pengalaman belajar dan eksposur internasional melalui program Global Mobility Pathway.

Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan 30 tahun perjalanan ESMOD Jakarta di Indonesia. Melalui jaringan ESMOD International, mahasiswa memiliki kesempatan memulai pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi di kampus ESMOD lainnya di Prancis maupun kota internasional seperti Tokyo, Dubai, dan Seoul.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di lingkungan fashion yang berbeda. Mahasiswa tidak hanya mendapat wawasan mengenai perkembangan industri fashion global, tetapi juga berkesempatan memperluas perspektif kreatif dan membangun koneksi internasional.

ESMOD Jakarta menilai perkembangan industri fashion yang semakin terhubung secara global membutuhkan talenta dengan kemampuan beradaptasi, wawasan lintas budaya, serta pemahaman terhadap beragam perspektif industri.

Melalui Global Mobility Pathway, pengalaman internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengalaman belajar di luar negeri. Mahasiswa juga didorong membawa pulang pengetahuan, jaringan, dan perspektif baru untuk berkontribusi terhadap industri fashion dan ekosistem kreatif Indonesia.

Chief Marketing Officer ESMOD Jakarta, Suryo Danuwinoto, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari perjalanan ESMOD Jakarta dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia menghadapi industri global.

“Global Mobility Pathway merupakan langkah lanjutan dari perjalanan ESMOD Jakarta selama 30 tahun dalam mempersiapkan talenta fashion Indonesia. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap memasuki industri global, tetapi juga mampu membawa perspektif, kreativitas, dan identitas Indonesia ke dalam ekosistem fashion internasional,” ujar Suryo.

Pertukaran Mahasiswa Jadi Ruang Mengenalkan Kreativitas Indonesia

Mobilitas dalam program ini juga berlangsung dua arah. Mahasiswa dari jaringan ESMOD International memiliki kesempatan untuk belajar di ESMOD Jakarta.

Skema tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih beragam sekaligus memperkenalkan Indonesia sebagai bagian dari ekosistem pendidikan fashion global.

Selama berada di Jakarta, mahasiswa internasional dapat mengenal kekayaan Indonesia, mulai dari kain tradisional, teknik kerajinan, budaya hingga potensi kreatif lokal. Berbagai kekayaan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya fashion.

ESMOD Jakarta juga memiliki rekam jejak selama tiga dekade dalam melahirkan talenta yang berkiprah di industri fashion dan kreatif. Sejak hadir pada 1996, institusi tersebut telah menghasilkan sekitar 1.000 lulusan yang berperan sebagai desainer, entrepreneur, profesional industri hingga pekerja di berbagai bidang kreatif.

Sejumlah alumninya antara lain Sapto Djojokartiko, Ria Miranda, Hian Tjen dan Yogie Pratama. Dalam perkembangannya, para alumni tersebut membangun brand, berkiprah di industri fashion nasional maupun membawa karya ke panggung internasional.

Generasi alumni terbaru juga mulai membangun koneksi dan kolaborasi lintas negara. Beatrice Angelica dan Gabriel Marcella disebut menjadi contoh lulusan ESMOD Jakarta yang mulai mengembangkan kerja sama dengan desainer dari Prancis.

Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan perpindahan mahasiswa ke lingkungan baru dapat mendorong mereka keluar dari pola berpikir yang selama ini familiar.

“Ketika mahasiswa berpindah lingkungan, mereka juga dipaksa untuk keluar dari cara berpikir yang familiar. Di situlah pembelajaran terjadi. Mereka belajar membaca budaya, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, dan menemukan bagaimana identitas kreatif Indonesia dapat diterjemahkan dalam konteks internasional,” kata Guillaume.

Bagi mahasiswa ESMOD Jakarta, Global Mobility Pathway juga menjadi kesempatan untuk menguji dan mengembangkan kreativitas dalam lingkungan yang berbeda.

Maica Arjun, mahasiswa Fashion Design 2024, menilai program tersebut bukan sekadar kesempatan belajar di luar Indonesia, tetapi juga ruang untuk melihat perkembangan dirinya sebagai talenta fashion.

“Saya melihat program ini bukan hanya sebagai kesempatan untuk belajar di luar Indonesia, tetapi sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana kreativitas saya dapat berkembang ketika berada di lingkungan yang berbeda. Saya ingin kembali dengan perspektif yang lebih luas, tanpa kehilangan apa yang membuat saya sebagai talenta Indonesia,” ujar Maica.

Memasuki babak baru setelah tiga dekade perjalanan, ESMOD Jakarta menyatakan akan terus memperluas akses pendidikan dan koneksi internasional bagi mahasiswa.

Melalui Global Mobility Pathway, ESMOD Jakarta ingin mempersiapkan talenta fashion Indonesia agar mampu berkarya di tingkat global sekaligus tetap membawa identitas dan potensi kreatif Indonesia ke dalam industri fashion dunia. (Rnie)