Châteraisé Bangun Pabrik Kedua di Indonesia, Investasi Rp1,4 Triliun

Châteraisé Bangun Pabrik Kedua di Indonesia, Investasi Rp1,4 Triliun

Lanskap, Jakarta – Châteraisé Co., Ltd. kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri pangan nasional dengan memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal.

Sejak menjalin kemitraan dengan Gobel Group pada 2016, kehadiran Châteraisé di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Setelah membuka gerai pertama pada 2017, kini Châteraisé Indonesia telah mengoperasikan lebih dari 60 toko ritel di berbagai kota. Bahkan, pada 2022 perusahaan juga telah membangun pabrik pertamanya sebagai fondasi produksi dalam negeri.

Pembangunan pabrik kedua ini menjadi langkah lanjutan yang strategis. Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas ini juga dirancang untuk memperkuat integrasi antara sektor pertanian lokal dan industri manufaktur modern. Pendekatan farm to factory yang diusung akan memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal seperti kakao dan ubi, sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.

Langkah ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menarik investasi berkualitas yang berdampak langsung terhadap industri domestik. Nilai investasi pembangunan pabrik ini diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 triliun, mencerminkan keseriusan Châteraisé dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

CEO Takako Saito menyampaikan bahwa pembangunan pabrik ini tidak hanya bertujuan untuk ekspansi bisnis, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri lokal.

“Melalui pendekatan farm to factory, kami ingin menghadirkan nilai tambah dari bahan baku lokal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pabrik ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, termasuk produk unggulan seperti custard puff hingga 10 kali lipat dibandingkan fasilitas sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjawab permintaan pasar yang terus meningkat.

Selain itu, pembangunan pabrik juga diproyeksikan dapat menyerap sekitar 200 tenaga kerja, baik secara langsung di sektor manufaktur maupun secara tidak langsung melalui rantai pasok seperti pertanian, logistik, hingga distribusi.

Di tengah dinamika global, penguatan rantai pasok domestik menjadi semakin penting. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Tak hanya dari sisi ekonomi, pabrik ini juga akan mengadopsi teknologi produksi modern serta standar internasional, termasuk penerapan sistem tunnel oven untuk menjaga kualitas dan efisiensi produksi.

Chairman Rachmat Gobel menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Ini bukan sekadar membangun pabrik, tetapi bagaimana kita memastikan sumber daya Indonesia diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara groundbreaking ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan Jepang, termasuk perwakilan lembaga seperti Japan International Cooperation Agency dan Japan External Trade Organization, yang mencerminkan kuatnya kolaborasi kedua negara dalam pengembangan industri.

Melalui inisiatif ini, Châteraisé dan Gobel Group berharap dapat terus mendorong transformasi industri pangan Indonesia menuju sistem yang lebih berkelanjutan, bernilai tambah, dan berdaya saing global. (Hnd)