
ACYA dan Pusbatara Tanamkan Nilai Pancasila dan Kepedulian Lingkungan kepada Pemuda
Lanskap.id, Tangerang – Kepemimpinan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga oleh karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi fokus Asian Youth Leadership Program 2026 yang digelar Asian Chinese Youth Association (ACYA) bersama Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara).
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) di Pusbatara, Parung Panjang, Tangerang, dengan mengusung tema “Learn, Lead, Serve: Leadership for a Kinder, Stronger Tomorrow & Eco-Innovation”.
Program ini menempatkan kepemimpinan sebagai proses pembelajaran yang perlu disertai tanggung jawab sosial dan tindakan nyata. Generasi muda diajak memahami bahwa kemampuan memimpin perlu dibangun dari karakter pribadi, penghargaan terhadap keberagaman, dan kemauan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Pancasila sebagai Dasar Kepemimpinan
Salah satu sesi utama menghadirkan Muhammad Sahlan Ramadhani Solichin, S.H., M.H., yang membawakan materi “Pancasila sebagai Cita-cita Kolektif: dari Indonesia untuk Dunia”.
Pembahasan tersebut menggarisbawahi relevansi nilai Pancasila sebagai landasan moral dalam kepemimpinan. Persatuan, kemanusiaan, keberagaman, dan gotong royong menjadi nilai yang perlu diterapkan ketika generasi muda mengambil peran di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Denni Puspa Purbasari, S.E., M.Sc., Ph.D., membawakan materi “Beneran Mau Jadi Pemimpin?”. Sesi ini mengajak peserta merefleksikan kesiapan untuk bertanggung jawab, menghadapi tantangan, dan membawa perubahan positif.
Selain itu, Dr. Satyawira Aryawan Deng menyampaikan materi “Cara Mudah H.I.D.U.P S.E.H.A.T dari Usia Muda hingga Lansia”, yang mengangkat pentingnya kesehatan dan kebiasaan hidup sehat dalam menjaga kualitas hidup.
Kepemimpinan Perlu Diwujudkan dalam Aksi
Dimensi lingkungan menjadi bagian penting dalam program ini melalui kegiatan penanaman pohon bersama tim Pusbatara. Aktivitas tersebut menjadi penerapan nilai Serve sekaligus bentuk pengenalan tanggung jawab generasi muda terhadap kelestarian alam.
Melalui semangat eco-innovation, peserta diajak melihat bahwa persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, kreativitas, dan kolaborasi untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, senam INLA (International Nature Loving Association), serta sambutan Presiden ACYA Helga Abraham dan Ketua Pusbatara Yenny Halim. Peserta juga memperoleh pengenalan mengenai program Pusbatara yang disampaikan Indra Thamrin.
Melalui kolaborasi ini, ACYA dan Pusbatara berharap dapat memperkuat jejaring kepemudaan yang mendukung pembelajaran berkelanjutan dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan Learn, Lead, Serve menjadi landasan program: belajar untuk memahami, memimpin untuk membawa perubahan, dan mengabdi untuk memberikan manfaat. Dengan karakter yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi pada masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Hnd)



