
Bulan Guru Nasional 2026, Saatnya Apresiasi Guru Diwujudkan Lewat Dukungan Nyata
Lanskap.id, Bogor – Peran guru dalam pendidikan tidak berhenti pada penyampaian ilmu pengetahuan. Mereka juga menjadi inspirator, pembentuk karakter, dan pendamping generasi muda dalam mempersiapkan masa depan. Pesan tersebut mengemuka dalam peluncuran Bulan Guru Nasional 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMP Negeri 216 Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat penghargaan terhadap profesi guru sekaligus mendorong peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan kualitas pembelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa guru merupakan salah satu kunci dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup dilihat dari kemampuan murid menguasai materi pelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab membangun motivasi, menumbuhkan karakter, dan membentuk kebiasaan belajar sepanjang hayat.
“Guru adalah figur yang menginspirasi, hakikat mengajar itu adalah menginspirasi, maka inspirasi-inspirasi kita di ruang kelas memberikan motivasi kepada mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Itulah sebenarnya peran penting dari seorang guru,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada para pendidik yang terus menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, termasuk guru yang bekerja di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk terus mengembangkan kompetensi dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap anak Indonesia.
Kesejahteraan dan pemerataan tenaga pendidik
Penghargaan terhadap profesi guru, menurut pemerintah, perlu diwujudkan melalui dukungan nyata. Salah satunya dengan memperhatikan kesejahteraan serta kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Abdul Mu’ti menyampaikan rencana pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai Januari 2027.
Pemerintah juga merencanakan pengangkatan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan dan pemerataan guru, sekaligus mendukung pengembangan profesional tenaga pendidik.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan Bulan Guru Nasional merupakan bentuk apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan yang telah mendedikasikan diri bagi pendidikan generasi bangsa.
“Semoga Bulan Guru Nasional menjadi penanda bahwa kita bersama-sama menghargai guru bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam langkah nyata. Guru Hebat, Indonesia Kuat,” ujar Nunuk.
Ruang belajar dan kolaborasi bagi guru
Bulan Guru Nasional 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperluas ruang belajar, kolaborasi, dan apresiasi bagi para pendidik.
Kemendikdasmen menyiapkan kampanye nasional yang mengangkat kisah inspiratif guru, kampanye “Kembali ke Sekolah”, serta Pekan Guru Fest pada 2–4 November 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta.
Pekan Guru Fest akan menghadirkan diskusi, lokakarya, berbagi praktik baik pembelajaran, aktivitas literasi, kegiatan menonton bersama guru dan murid, serta jalan santai bersama guru.
Rangkaian tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman dan pengetahuan bagi pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih bermakna.
Di tingkat daerah, unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal GTK turut menggelar webinar, seminar, kampanye media sosial, dan upacara Hari Guru Nasional.
Guru sebagai teladan dan mitra belajar
Apresiasi terhadap peluncuran Bulan Guru Nasional 2026 juga disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah. Ia menilai guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, mengembangkan nalar kritis, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Himmatul menekankan bahwa guru bukan hanya pengajar, melainkan juga teladan, pendamping, dan mitra belajar. Karena itu, peningkatan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan profesi, dan pemerataan distribusi guru perlu menjadi perhatian bersama.
Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dinilai penting agar peningkatan mutu pendidikan dapat menjangkau seluruh wilayah.
Kepala SMP Negeri 216 Jakarta, Umi Solihah, juga menekankan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Kami terus mendorong para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, menggugah rasa ingin tahu, membangun kemampuan berpikir kritis serta memberikan ruang bagi murid kami untuk memahami dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata mereka,” ungkap Umi.
Peluncuran Bulan Guru Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan sangat berkaitan dengan dukungan terhadap para pendidik. Guru membutuhkan ruang untuk terus belajar, lingkungan kerja yang memadai, perlindungan profesi, serta kesejahteraan yang mendukung pelaksanaan tugasnya.
Dengan penghargaan yang diwujudkan melalui langkah nyata, peran guru diharapkan semakin kuat dalam membangun generasi Indonesia yang berkarakter, kritis, dan siap menghadapi perubahan. (Rnie)



