Veda Ega Pratama Menggila di Australia, Pole Position Jadi Modal Mengejar Lima Besar Moto3
5 mins read

Veda Ega Pratama Menggila di Australia, Pole Position Jadi Modal Mengejar Lima Besar Moto3

6 Kali Dibaca

Lanskap – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil impresif bersama Honda Team Asia dengan merebut pole position Moto3 Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Catatan waktu 1 menit 35,299 detik mengantarkannya ke posisi start terdepan, mengungguli Máximo Quiles yang finis kedua dalam kualifikasi dengan selisih hanya 0,021 detik.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Veda di tengah persaingan musim debutnya pada kejuaraan dunia Moto3. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu berhasil mengungguli sejumlah rivalnya, termasuk Quiles yang telah memastikan gelar juara dunia musim ini.

Mengutip laporan media olahraga Spanyol, AS, Veda berhasil merebut posisi terdepan setelah melewati persaingan ketat pada sesi kualifikasi kedua atau Q2. Sementara itu, pembalap tuan rumah Joel Kelso menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 1 menit 35,366 detik.

Menembus Q2, Veda Taklukkan Persaingan di Phillip Island

Perjalanan Veda menuju pole position tidak berlangsung mudah. Ia harus melewati sesi Q1 terlebih dahulu sebelum memperoleh kesempatan bersaing memperebutkan posisi start terdepan.

Veda mengakhiri Q1 di posisi keempat, hasil yang cukup untuk membawanya melaju ke Q2. Memasuki sesi penentuan, persaingan berlangsung ketat dengan perubahan posisi di antara para pembalap tercepat.

Kelso sempat memimpin, sebelum Quiles mengambil alih posisi teratas. Namun, Veda mampu memanfaatkan kesempatan pada menit-menit akhir untuk mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 35,299 detik.

Keberhasilan tersebut memastikan pembalap Honda Team Asia itu mengamankan pole position Moto3 Australia 2026.

Berikut hasil lima besar kualifikasi Moto3 Australia:

Posisi| Pembalap| Tim| Catatan waktu

  1. Veda Ega Pratama| Honda Team Asia| 1:35,299
  2. Máximo Quiles| CFMOTO Gaviota Aspar Team| 1:35,320
  3. Joel Kelso| GRYD Racing| 1:35,366
  4. Joel Esteban| LEVEL UP – MTA| 1:35,376
  5. Eddie O’Shea| GRYD Racing| 1:35,447

Selisih waktu yang sangat tipis menunjukkan ketatnya persaingan di Phillip Island. Veda unggul 0,021 detik atas Quiles dan 0,067 detik dari Kelso.

Meski demikian, pole position baru menjadi langkah awal. Veda tetap harus mempertahankan konsistensi ketika balapan berlangsung, terutama menghadapi persaingan di kelas Moto3 yang kerap menghadirkan perubahan posisi hingga putaran terakhir.

Gelar Juara Dunia Milik Máximo Quiles, Perjuangan Veda Belum Usai

Persaingan memperebutkan gelar juara dunia Moto3 2026 memang telah berakhir lebih awal. Máximo Quiles memastikan titel tersebut setelah memenangi Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 11 Oktober 2026.

Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu meraih kemenangan dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik. Ia finis di depan David Almansa dan Brian Uriarte, sekaligus mengunci gelar juara dunia setelah mengumpulkan 351 poin.

Hasil di Mandalika membuat Quiles tidak lagi dapat dikejar para pesaingnya dalam perebutan gelar musim ini.

Namun, kepastian gelar tersebut bukan berarti persaingan Moto3 telah kehilangan daya tarik. Perebutan posisi klasemen akhir masih berlangsung, termasuk bagi Veda yang berusaha memperbaiki pencapaiannya pada musim debut.

Berdasarkan klasemen terbaru yang dilaporkan media olahraga, Veda menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 111 poin. Posisi tersebut berubah setelah poin pembalap Leopard Racing, Adrian Fernández, dipulihkan menyusul keputusan banding.

Sebelumnya, Veda tercatat memiliki 115 poin dan berada di peringkat ketujuh. Penyesuaian empat poin itu membuat posisinya turun satu tingkat, meskipun perubahan tersebut bukan disebabkan oleh hasil balapannya sendiri.

Berikut klasemen sementara Moto3 2026 yang relevan dengan persaingan di papan atas dan posisi Veda:

Peringkat| Pembalap| Poin

  1. Máximo Quiles| 351
  2. David Almansa| 217
  3. Brian Uriarte| 198
  4. Álvaro Carpe| 189
  5. Adrián Fernández| 148
  6. Marco Morelli| 140
  7. Valentín Perrone| 120
  8. Veda Ega Pratama| 111

Catatan: Klasemen tersebut mengacu pada pembaruan poin setelah keputusan banding Adrian Fernández. Poin pembalap dapat berubah mengikuti hasil dan pembaruan resmi kejuaraan.

Empat Seri Tersisa, Peluang Menembus Lima Besar Masih Terbuka

Setelah Australia, Moto3 2026 masih menyisakan empat putaran, yakni Malaysia, Qatar, Portugal, dan Valencia. Rangkaian balapan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Veda untuk menambah poin dan memperbaiki posisi di klasemen akhir.

Target menembus lima besar tentu bukan pekerjaan ringan. Saat ini Veda mengoleksi 111 poin, sedangkan Adrián Fernández yang menempati posisi kelima memiliki 148 poin. Artinya, terdapat selisih 37 poin yang harus dikejar untuk menyamai perolehan pembalap Spanyol tersebut.

Persaingan di papan tengah juga menuntut konsistensi. Veda harus bersaing dengan para pembalap yang telah mengumpulkan poin lebih banyak sepanjang musim, sekaligus menjaga jarak dari rival-rival yang berada tepat di bawahnya.

Pole position di Australia memberikan modal berharga untuk menghadapi tantangan tersebut. Namun, kecepatan dalam satu putaran kualifikasi perlu diterjemahkan menjadi hasil balapan yang kompetitif agar perolehan poinnya meningkat.

Bagi Veda, setiap seri tersisa memiliki arti penting. Hasil maksimal di Australia dapat menjadi pijakan untuk menghadapi tiga balapan berikutnya dengan kepercayaan diri lebih besar.

Dari Pole Position Menuju Pembuktian di Lintasan

Keberhasilan Veda Ega Pratama merebut pole position di Phillip Island memperlihatkan bahwa pembalap muda Indonesia itu mampu bersaing di barisan terdepan Moto3.

Di sisi lain, pencapaian tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Start dari posisi pertama memberikan keuntungan, tetapi Veda tetap harus menghadapi persaingan ketat sejak lampu start padam hingga bendera finis dikibarkan.

Dengan Máximo Quiles yang sudah memastikan gelar juara dunia, perhatian kini tertuju pada bagaimana para pembalap lain menutup musim. Bagi Veda, kesempatan memperbaiki posisi klasemen masih tersedia selama poin tetap bisa diperjuangkan.

Empat seri terakhir akan menjadi ujian konsistensi sekaligus kesempatan untuk membuktikan perkembangan performanya pada musim debut.

Pole position Australia menjadi pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, bagi Veda, pekerjaan sesungguhnya belum selesai. Ia masih harus membuktikan bahwa kecepatan yang membawanya ke posisi start terdepan dapat menghasilkan poin penting untuk memperkecil jarak menuju lima besar klasemen Moto3 2026. (Haaq)