
MUSE Intelligence Buka Kantor Pusat Asia Tenggara di Singapura, Bidik Pasar Indonesia
Lanskap.id, Jakarta โย MUSE Intelligence mengumumkan pendirian MUSE Intelligence Pte Ltd di Singapura sebagai kantor pusat regional Asia Tenggara. Perusahaan ini mengembangkan infrastruktur data dan tolok ukur untuk membantu lembaga keuangan mengevaluasi aset fisik yang berpotensi menjadi instrumen investasi, dimulai dari segmen aset mewah.
Salah satu inisiatif utamanya adalah MUSE Luxury Investment Index (MLII), indeks yang dirancang untuk mendukung analisis kinerja pasar aset mewah dan membantu lembaga keuangan mengevaluasi karakteristik investasi pada kelas aset tersebut.
Dikembangkan dari teknologi dan fondasi pasar MUSE Technology Pty Ltd yang berbasis di Australia, MUSE Intelligence akan memprioritaskan Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Perusahaan berencana mengembangkan proyek percontohan bersama lembaga keuangan untuk menguji penerapan MLII dalam proses kerja institusional.
Mengembangkan Transparansi Data Aset Fisik
MUSE Intelligence hadir ketika lembaga keuangan menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan transparansi investasi, pengelolaan risiko, dan diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam pasar aset mewah, informasi harga yang tersebar, perbedaan kondisi dan asal-usul barang, serta frekuensi transaksi yang relatif terbatas dapat menyulitkan penilaian kinerja dan likuiditas. Kondisi tersebut turut menjadi tantangan ketika aset mewah dimiliki oleh nasabah perbankan swasta atau pengelolaan kekayaan.
MLII dirancang untuk menyediakan tolok ukur terstruktur dalam membaca kinerja pasar aset mewah. Indeks ini ditujukan untuk mendukung perbandingan kinerja, riset investasi, dan analisis portofolio, termasuk dengan kelas aset yang lebih mapan.
Pendiri sekaligus CEO MUSE, Michelle Zhang, mengatakan perusahaan berupaya membangun infrastruktur data yang dapat membantu lembaga keuangan memahami aset fisik secara lebih konsisten.
Menurutnya, MLII menjadi langkah awal untuk menguji bagaimana informasi dan analisis aset mewah dapat mendukung proses pengambilan keputusan di lembaga keuangan.
Memanfaatkan Teknologi dan Marketplace MUSE
Pengembangan MUSE Intelligence didukung fondasi komersial dan teknologi dari Marketplace MUSE. Platform tersebut menghubungkan investor dan pembeli dengan kekayaan bersih tinggi dengan pemasok aset fisik yang dinilai memiliki potensi investasi.
Ekosistem marketplace ini mencakup Brankas Digital untuk menyimpan daftar aset dan catatan terkait, fitur penjualan dan penjualan kembali, serta proses orientasi pelanggan dan KYC (Know Your Customer).
MUSE Intelligence memanfaatkan kemampuan pengorganisasian data dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis sinyal harga serta pola permintaan. Sementara itu, catatan aset yang didukung teknologi blockchain dalam ekosistem MUSE ditujukan untuk membantu penelusuran informasi aset.
Meski demikian, penerapan kapabilitas tersebut di lembaga keuangan masih perlu diuji melalui proyek percontohan, termasuk untuk menilai relevansi data, metodologi, dan kebutuhan pengembangan lebih lanjut.
Indonesia Jadi Fokus Awal Kemitraan
Singapura akan menjadi basis regional MUSE Intelligence untuk menjalin hubungan dengan lembaga keuangan, institusi investasi, dan mitra strategis. Perusahaan juga berencana menjajaki kemitraan perbankan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Jajaran pimpinan MUSE Intelligence mengikuti Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia 2026 di Bangkok pada 12โ18 Oktober. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun komunikasi dengan lembaga keuangan dan calon mitra di kawasan.
Chief Commercial Officer MUSE Intelligence untuk Indonesia, Dicky Sukarmadji, mengatakan perusahaan memprioritaskan proyek percontohan bersama institusi keuangan untuk mengidentifikasi penerapan MLII yang paling relevan.
Ia menyebut Singapura sebagai basis regional, sementara Indonesia menjadi salah satu fokus awal pengembangan kemitraan.
Salah satu bidang yang ingin dievaluasi bersama calon mitra di Indonesia dan Malaysia adalah penerapan intelijen aset untuk Manajemen Kekayaan Syariah. Setiap usulan tolok ukur maupun produk untuk segmen ini memerlukan penyaringan aset yang sesuai, tata kelola yang memadai, serta tinjauan dari penasihat Syariah yang berkualifikasi.
Membuka Peluang Pengembangan Produk Keuangan
Dalam jangka panjang, MUSE Intelligence menargetkan perluasan kapabilitas data dan tolok ukur ke bidang penilaian aset, analisis risiko, serta intelijen agunan untuk aset fisik.
Pengembangan tersebut akan bergantung pada kualitas data, validasi metodologi, kebutuhan lembaga keuangan, dan ketentuan peraturan yang berlaku. Penerapannya berpotensi mendukung pengembangan layanan pembiayaan maupun produk investasi berbasis tolok ukur, setelah melalui proses pengembangan dan validasi lebih lanjut.
MUSE juga berencana melakukan penggalangan dana strategis setelah proyek percontohan dengan lembaga keuangan dimulai. Hasil pengujian tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan arah pertumbuhan regional dan komersialisasi berikutnya.
Pendirian kantor pusat di Singapura melanjutkan langkah ekspansi Asia MUSE yang diumumkan pada Oktober 2025. (Hnd)



