
Gigi Tetap Tampak Kekuningan Meski Rajin Disikat? Ini Penjelasannya
Lanskap, Jakarta – Rajin menyikat gigi merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan mulut. Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu membuat gigi terlihat putih. Pada sebagian orang, gigi tetap tampak kekuningan meski kebersihannya terjaga.
Warna gigi tidak hanya dipengaruhi oleh noda yang menempel akibat makanan dan minuman. Faktor alami pada struktur gigi juga ikut menentukan warna yang terlihat oleh mata.
Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut kopi dan teh sebagai beberapa jenis minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Namun, tampilan kekuningan tidak selalu berarti gigi dalam kondisi kotor.
Enamel sebagai lapisan terluar gigi memiliki sifat agak transparan. Karena itu, warna dentin yang berada di bawah enamel ikut memengaruhi warna gigi. Dentin sendiri secara alami memiliki warna yang cenderung kekuningan.
Interaksi antara enamel, dentin, dan cahaya inilah yang membuat warna gigi setiap orang dapat terlihat berbeda. Dengan kata lain, gigi yang sudah dibersihkan belum tentu otomatis terlihat putih.
Tiga Pendekatan untuk Tampilan Gigi Lebih Putih
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan tampilan warna gigi, mulai dari menghilangkan noda permukaan hingga mengubah tampilan warna secara optik.
Pengangkatan noda bertujuan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi. Sementara itu, bleaching bekerja menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk membantu menguraikan senyawa penyebab perubahan warna melalui proses kimia.
Pendekatan lainnya adalah optical whitening atau pemutihan optik. Metode ini tidak mengubah warna dasar gigi, melainkan memanfaatkan prinsip koreksi warna agar gigi secara visual tampak lebih putih.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menunjukkan bahwa bahan koreksi warna tertentu yang berada di permukaan gigi dapat memengaruhi sifat optik permukaan tersebut. Perubahan interaksi dengan cahaya ini berpotensi mengurangi tampilan kekuningan sehingga gigi terlihat lebih putih.
Memadukan Koreksi Warna dan Perawatan Noda
Pendekatan tersebut kini juga diterapkan dalam produk perawatan gigi sehari-hari.
usmile Optical White, misalnya, memadukan Natural Purple Corrector dengan kandungan papain dalam satu formulasi pasta gigi. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan sekaligus merawat noda pada permukaan gigi.
Natural Purple Corrector bekerja berdasarkan prinsip koreksi warna. Warna ungu dan biru digunakan untuk membantu menetralkan tampilan kekuningan secara visual sehingga gigi terlihat lebih putih.
Sementara itu, papain merupakan enzim proteolitik yang membantu memecah protein. Pada permukaan gigi, pigmen noda dapat melekat pada lapisan tipis protein yang terbentuk secara alami. Papain membantu menguraikan komponen protein tersebut sehingga noda lebih mudah dibersihkan saat menyikat gigi.
Potensi penggunaan enzim dalam perawatan noda juga telah menjadi objek penelitian. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Young Pharmacists menemukan bahwa formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain dapat membantu mengangkat noda pada permukaan gigi.
Meski demikian, efektivitas produk tetap bergantung pada keseluruhan formulasi, konsentrasi bahan, serta penggunaan secara rutin.
“Kebutuhan konsumen terhadap pasta gigi semakin beragam, termasuk untuk merawat noda dan menjaga tampilan gigi. Melalui usmile Optical White, kami memadukan papain dengan teknologi koreksi warna optik untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut. Kami ingin menghadirkan inovasi yang manfaatnya mudah dipahami dan dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan gigi sehari-hari,” ujar Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia.
Tampilan Putih Tetap Perlu Diikuti Perawatan Mulut
Memperhatikan tampilan warna gigi sebaiknya tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mulut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah dan ditangani sejak dini.
Karena itu, perawatan dasar tetap menjadi hal utama. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala merupakan bagian penting dari kebiasaan menjaga kesehatan mulut.
Sementara untuk kebutuhan estetika, pemahaman mengenai penyebab gigi tampak kekuningan dapat membantu masyarakat memilih produk dan perawatan yang sesuai.
Dengan pendekatan koreksi warna optik dan perawatan noda permukaan, pasta gigi seperti usmile Optical White menjadi salah satu pilihan untuk membantu membuat gigi terlihat lebih putih sebagai bagian dari rutinitas perawatan sehari-hari.
Produk usmile Optical White tersedia di Boots dan AEON, serta melalui toko resmi usmile di berbagai platform e-commerce. (Firda)



