Sport Tourism dan Wellness, Masa Depan Baru Pengembangan Aset Olahraga Jawa Barat
2 mins read

Sport Tourism dan Wellness, Masa Depan Baru Pengembangan Aset Olahraga Jawa Barat

0 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Pengembangan infrastruktur olahraga mulai diarahkan untuk tidak hanya berorientasi pada aktivitas pertandingan, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi, pariwisata, kesehatan, dan sosial.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Business Infrastructure Forum (BIF) yang menjadi bagian dari Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Hall Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 11 September 2026.

Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan empat aset kawasan olahraga di Jawa Barat menjadi destinasi sport tourism dan wellness.

Empat aset yang dipaparkan dalam forum tersebut adalah Kawasan Sport Jabar Arcamanik, Lahan Tanjungsari, Sarana Olahraga Lodaya, dan Sarana Olahraga Padjadjaran.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan potensi masing-masing aset yang memiliki karakter serta peluang pengembangan berbeda.

Bagi Erastus, tantangan berikutnya adalah memastikan aset tersebut memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi dan aktivitas yang berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa sport tourism dan wellness akan menjadi masa depan hospitality,” ujar Erastus.

Ia menilai kawasan olahraga perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas. Infrastruktur olahraga dapat dihubungkan dengan hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, hingga komunitas.

Pendekatan terintegrasi tersebut dinilai dapat membuat kawasan tetap hidup di luar agenda pertandingan atau kegiatan olahraga tertentu.

“Kawasan olahraga tersebut harus diintegrasikan dengan sektor pariwisata seperti hospitality, retail, F&B, wellness, entertainment, serta komunitas untuk menjadi peluang dalam menciptakan utilisasi infrastruktur olahraga yang lebih konsisten sekaligus membuka sumber pendapatan baru,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Pengembangan empat aset olahraga tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah memiliki peran penting dalam penyediaan dan pengelolaan aset, sementara sektor swasta dapat berkontribusi melalui pengembangan model bisnis, hospitality, layanan, dan aktivitas pendukung.

Artotel Group menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan infrastruktur olahraga yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata.

Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemanfaatan aset, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.

Partisipasi Artotel Group dalam Indonesia Sports Summit 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendorong keterhubungan antara olahraga, pariwisata, hospitality, dan wellness sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Rnie)