
EIGER Nature Hadir di Bogor, Bawa Konsep Ekowisata dengan Petualangan yang Bermakna
Lanskap, Bogor – Menjelang pembukaannya untuk publik, EIGER memperkenalkan EIGER Nature, wajah baru dari perjalanan pengembangan destinasi ekowisata EIGER di Bogor, Jawa Barat.
Hadir dengan identitas dan semangat baru, EIGER Nature membawa komitmen untuk menghadirkan ekowisata yang tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati alam, tetapi juga memberikan makna, pembelajaran, serta dampak positif bagi alam, budaya, dan masyarakat.
Perubahan nama dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature bukan sekadar pergantian identitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan EIGER untuk memperjelas kembali tujuan dan arah pengembangan destinasi ekowisata tersebut.
“EIGER Nature merupakan bagian dari perjalanan panjang EIGER untuk terus belajar dari alam, budaya, dan manusia. Perubahan ini bukan sekadar tentang nama, tetapi tentang komitmen kami untuk membangun ekowisata yang dapat menjadi berkat bagi pengunjung, alam, budaya, dan masyarakat,” ujar Direktur Utama EIGER Nature, Imanuel Wirajaya.
Mengembangkan Ekowisata Berbasis 7E
EIGER Nature dikembangkan dengan pendekatan 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi. Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka 7E, yang mencakup Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment.
Kerangka 7E tersebut menjadi landasan dalam merancang kawasan, program, serta pengalaman bagi pengunjung.
Melalui pendekatan tersebut, aktivitas pariwisata diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan konservasi alam, pelestarian budaya, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Bagi kami, ekowisata bukan sekadar membawa orang ke alam. Ekowisata harus mampu membangun hubungan yang lebih baik antara manusia, alam, budaya, dan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan,” kata Imanuel.
Dari Komitmen Menjadi Dampak
Komitmen terhadap keberlanjutan telah menjadi bagian dari perjalanan EIGER Nature sejak tahap pengembangan.
Sejumlah upaya dilakukan, mulai dari penghijauan melalui penanaman lebih dari 120.000 pohon serta 8 juta semak dan tanaman penutup tanah, pemulihan lahan, pendataan keanekaragaman hayati, pengelolaan air dan hidrologi, hingga penerapan sistem pengelolaan sampah.
Dari sisi sosial dan ekonomi, pengembangan EIGER Nature juga telah melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja, termasuk sekitar 300 orang dari masyarakat sekitar.
Saat mulai beroperasi, destinasi tersebut diproyeksikan mampu membuka lebih dari 1.200 lapangan pekerjaan.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, sebanyak 5 persen dari laba bersih EIGER Nature akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program pelestarian alam, pelestarian budaya, dan peningkatan kualitas hidup manusia.
Program tersebut mencakup konservasi, pengelolaan limbah, hingga inisiatif 1 Ticket 1 Tree.
Menggabungkan Alam, Petualangan dan Hospitality
EIGER Nature dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan alam, petualangan, budaya, konservasi, dan hospitality.
Berbagai atraksi dan aktivitas berbasis alam akan melengkapi pengalaman pengunjung, mulai dari Suspension Bridge, Tree House & Net Adventure, Cultural Walk, Playscape, Nature Walk, Forest Adventure, hingga pengalaman menginap di Forest Camp.
Forest Camp sendiri terdiri atas pilihan Camping Ground, Glamping, dan Cabin.
“Pada akhirnya, kami ingin orang tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga pulang membawa pengalaman, pemahaman, dan makna yang baru. Itulah perjalanan yang ingin kami bangun bersama EIGER Nature,” ujar Imanuel.
Dengan semangat tersebut, EIGER Nature membawa arah baru pengembangan ekowisata di Bogor dengan menempatkan manusia, alam, budaya, dan masyarakat sebagai bagian yang saling berkaitan.
Destinasi ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk berlibur dan berpetualang, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memberikan nilai bagi generasi kini dan mendatang. (Rnie)



