
Dua Tahun Berturut-turut, Pelita Air Kembali Jadi Maskapai dengan On-Time Performance Terbaik
Lanskap, Jakarta – Di bandara, waktu memiliki makna yang berbeda. Beberapa menit dapat menentukan apakah seseorang tiba tepat waktu untuk sebuah pertemuan, mengejar penerbangan lanjutan, atau memulai perjalanan tanpa tergesa.
Karena itu, ketepatan waktu penerbangan bukan semata angka dalam laporan operasional. Ia menjadi bagian dari kepercayaan antara maskapai dan penumpangnya.
Pelita Air kembali mendapat pengakuan atas hal tersebut. Pada Aviation Award 2026 yang berlangsung di Bogor, Rabu (2/9/2026), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI, memberikan penghargaan On-Time Performance Terbaik Tahun 2026 kepada Pelita Air.
Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi.
Capaian tersebut sekaligus menjadi yang kedua bagi Pelita Air setelah sebelumnya meraih penghargaan Best On-Time Performance pada 2025.
Namun, di balik sebuah penerbangan yang berangkat sesuai jadwal, terdapat rangkaian pekerjaan yang panjang. Pesawat harus siap, data harus tersedia, kru harus terkoordinasi, dan berbagai keputusan harus diambil dalam waktu yang tepat.
Pelita Air mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui digitalisasi.
Ketika Operasional Bertemu Teknologi
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah OnTimeX, sistem digital yang mengintegrasikan aspek safety, sustainability, dan efficiency dalam operasional penerbangan.
Teknologi tersebut dikembangkan dari inisiatif paperless cockpit dan digitalisasi operasional Pelita Air sejak 2023.
Pada 16 pesawat Airbus A320, proses yang sebelumnya banyak bergantung pada dokumen dan pengolahan manual mulai dialihkan ke sistem digital dan otomatis.
Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan efisiensi. Penggunaan kertas dapat dikurangi lebih dari 1,2 ton setiap tahun, sementara data operasional dan teknis dapat diproses dengan lebih presisi.
Di titik ini, teknologi bukan sekadar perangkat pendukung. Ia menjadi bagian dari cara sebuah maskapai mengelola kompleksitas perjalanan udara.
Faik mengatakan, ketepatan waktu membutuhkan kolaborasi seluruh elemen operasional, proses kerja yang disiplin, serta pemanfaatan teknologi yang tepat.
Waktu dan Kepercayaan
Pada akhirnya, penghargaan bukanlah tujuan terakhir.
Bagi Pelita Air, ukuran keberhasilan yang lebih penting adalah ketika penumpang merasa waktunya dihargai dan perjalanannya dijaga.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang paling penting bagi kami adalah kepercayaan pelanggan,” kata Faik.
Ketepatan waktu kemudian menjadi lebih dari sekadar catatan statistik. Ia menjadi bentuk penghargaan terhadap waktu orang lain—sesuatu yang sederhana, tetapi sangat berarti dalam perjalanan.
Pelita Air menyatakan akan terus memperkuat kualitas operasional, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, dan memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan penerbangan yang aman, nyaman, andal, serta tepat waktu. (Hnd)



