Oshin Mega Bintang: Kebaya Adalah Identitas yang Menguatkan Perempuan Indonesia
2 mins read

Oshin Mega Bintang: Kebaya Adalah Identitas yang Menguatkan Perempuan Indonesia

2 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Perayaan Hari Kebaya Nasional melalui gelaran Indonesia Berkebaya 2026 menjadi ruang yang mempertemukan perempuan Indonesia dari berbagai profesi dalam semangat yang sama, yakni menjaga dan merawat warisan budaya bangsa.

Bertempat di The Hall Senayan City, Jakarta, Jumat (24/7), acara bertema “Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri” menghadirkan ribuan peserta yang mengenakan kebaya sebagai simbol identitas budaya sekaligus semangat persatuan perempuan Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama berbagai organisasi perempuan ini menghadirkan parade kebaya, diskusi kesehatan, flashmob, area bermain anak, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian publik adalah Parade Perwakilan 1.000 Profesi Berkebaya, yang memperlihatkan keberagaman perempuan Indonesia dari dunia usaha, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, komunikasi, hingga komunitas.

Di antara para peserta, pengusaha sekaligus praktisi public relations Oshin Mega Bintang tampil sebagai salah satu dari 18 muse yang mewakili profesi dalam parade tersebut.

Bagi Oshin, kebaya bukan hanya simbol budaya, tetapi juga representasi karakter perempuan Indonesia yang mampu berkembang di berbagai bidang tanpa meninggalkan jati diri.

“Ini menunjukkan bahwa dengan berkebaya, kita bisa bersatu dalam ruang yang sama dari berbagai macam profesi di industri,” ujar Oshin.

Menurutnya, perkembangan zaman justru membuka peluang agar kebaya semakin diterima dalam berbagai aktivitas profesional, termasuk forum bisnis maupun diplomasi budaya di tingkat internasional.

“Perempuan bukan hanya berkompetisi, tetapi juga bisa membawa identitas budayanya. Sehingga, kita memiliki keunikan dan juga value. Kita dapat berdaya saing secara profesional di ruang global, tetapi tetap memiliki identitas dan karakter,” ungkapnya.

Oshin juga menilai Indonesia Berkebaya menjadi wadah yang mempertemukan perempuan dari berbagai sektor untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus memperkuat kolaborasi.

“Indonesia Berkebaya menjadi ruang bertemunya perempuan dari berbagai profesi dan industri. Kami saling menguatkan, saling mendukung, serta membawa identitas bangsa Indonesia dalam langkah yang kami jalani,” katanya.

Melalui keterlibatannya sebagai muse dalam Parade Perwakilan 1.000 Profesi Berkebaya, Oshin berharap semakin banyak perempuan Indonesia menjadikan kebaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari maupun aktivitas profesional. Menurutnya, budaya merupakan kekuatan yang mampu menjadi nilai tambah ketika perempuan Indonesia tampil di tingkat global. (Hnd)