
Bukan Sekadar Flu Biasa, Kalventis Edukasi Pentingnya Vaksin Influenza
Lanskap, Jakarta – PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma, terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan influenza, khususnya bagi kelompok dewasa dan lansia.
Melalui edukasi kesehatan, Kalventis memperkenalkan vaksin influenza trivalent sebagai langkah perlindungan yang relevan dengan kondisi virus yang saat ini beredar. Vaksin ini dirancang mengikuti rekomendasi World Health Organization (WHO), yang menyesuaikan komposisi vaksin dengan tiga strain utama yang masih aktif, yaitu influenza A (H1N1), influenza A (H3N2), dan influenza B/Victoria.
Presiden Direktur Kalventis, Vidi Agiorno, menegaskan bahwa influenza bukan sekadar penyakit ringan yang bisa diabaikan.
“Banyak yang menganggap influenza hanya flu biasa, padahal pada kelompok berisiko seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta, influenza bisa memicu komplikasi serius hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.
Influenza Lebih Serius dari yang Dibayangkan
Data WHO menunjukkan bahwa influenza menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahun di seluruh dunia. Namun di Indonesia, tingkat vaksinasi influenza pada orang dewasa masih tergolong rendah.
Padahal, berbeda dengan common cold, influenza sering ditandai dengan demam tinggi mendadak, sakit kepala, hingga kelelahan berat. Pada kelompok rentan, kondisi ini dapat berkembang menjadi pneumonia, memperburuk penyakit kronis, bahkan memicu gangguan jantung.
Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Iris Rengganis, menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah pencegahan utama.
“Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Vaksinasi influenza tahunan dapat membantu menekan risiko rawat inap dan kematian,” jelasnya.
Mengapa Vaksin Trivalent?
Seiring perkembangan global, WHO tidak lagi mendeteksi salah satu strain influenza (B/Yamagata) sejak 2020. Hal ini menjadi dasar penyesuaian dari vaksin quadrivalent menjadi trivalent.
Perubahan ini bukan berarti perlindungan berkurang, melainkan justru lebih tepat sasaran terhadap virus yang benar-benar beredar saat ini.
“Efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian dengan virus yang beredar, bukan jumlah strain,” tambah Prof. Iris.
Pentingnya Vaksinasi Rutin
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Dr. Sukamto, menekankan bahwa vaksin influenza sebaiknya dilakukan setiap tahun.
Hal ini karena virus influenza terus bermutasi, sehingga komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala. Vaksinasi tahunan membantu menjaga perlindungan tetap optimal, terutama bagi kelompok berisiko.
Selain itu, vaksin juga disarankan dilakukan setidaknya dua minggu sebelum bepergian ke luar negeri, khususnya ke negara dengan empat musim, di mana risiko paparan virus lebih tinggi.
Komitmen Edukasi Kesehatan
Melalui berbagai inisiatif ini, Kalventis menegaskan komitmennya dalam mendorong edukasi kesehatan preventif di Indonesia.
Dengan menggandeng tenaga kesehatan, komunitas, dan organisasi profesi, Kalventis berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya vaksinasi sebagai langkah perlindungan jangka panjang.
“Perlindungan terbaik dimulai dari kesadaran dan pencegahan. Kami ingin membantu masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan akses terhadap solusi kesehatan yang relevan,” tutup Vidi. (Hnd)



