Lanskap, Bogor – Menutup rangkaian kegiatan Ramadhan Ceria, Yayasan Daya Putra Bangsa menggelar aksi berbagi untuk yatim, dhuafa, dan ibnu sabil di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin RT 02 RW 04, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menghadirkan suasana hangat sekaligus edukatif. Peserta terdiri dari siswa TK Plus Putra Bangsa, anggota Taman Baca Putra Bangsa dan Nyala Aksara, para guru, relawan, hingga tamu undangan. Menariknya, seluruh rangkaian acara dikelola oleh anak-anak usia remaja yang diberi amanah penuh sebagai panitia.
Sejak awal hingga akhir kegiatan, para remaja tersebut menunjukkan kemandirian dalam mengorganisasi acara. Mulai dari pembentukan panitia, pendataan penerima santunan, penyebaran undangan, hingga menyiapkan konsumsi dan takjil. Mereka juga terlibat aktif sebagai pembawa acara, pembaca ayat suci Al-Qur’an, hingga pengisi saritilawah.
Tidak hanya itu, mereka turut mengatur proses penyaluran santunan kepada 100 penerima dari para donatur, memandu tawasulan, doa bersama, hingga menutup kegiatan dengan buka puasa bersama.

Suasana keceriaan tampak jelas sepanjang acara. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian, terutama saat sesi ceramah interaktif yang disampaikan oleh Ustad Ibad. Dengan gaya komunikatif dan diselingi tanya jawab berhadiah, suasana menjadi hidup dan penuh semangat.
Mengusung tema “Berbagi dengan Sesama, Jalan Menuju Taqwa”, kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi, tetapi juga ruang ekspresi dan pembelajaran bagi anak-anak untuk tumbuh dalam kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendidikan dan pengalaman berorganisasi sejak dini. Ia mengajak anak-anak untuk aktif memanfaatkan fasilitas yang ada di kompleks edukasi.
“Kalian harus aktif belajar berorganisasi, seperti mengelola sirkulasi buku di taman baca, menyusun program mingguan, hingga mengikuti berbagai kursus gratis. Ini semua penting untuk membentuk kecerdasan, kecakapan, serta kepribadian yang berintegritas,” ujarnya.

Senada dengan itu, pembina yayasan, Heri Cokro, menegaskan pentingnya membangun karakter melalui interaksi sosial dan penguasaan berbagai keterampilan.
“Di kompleks edukasi ini, kita berupaya mewujudkan berbagai kebutuhan belajar anak-anak, mulai dari penguasaan komputer, bahasa asing, hingga keterampilan seni dan bela diri,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang telah berkontribusi dalam setiap kegiatan sosial yang dilaksanakan.
“Semoga Allah SWT senantiasa menjaga para sahabat dengan rahmat dan ridho-Nya dalam setiap langkah perjuangan mereka,” tambahnya.
Usai berbuka puasa bersama, anak-anak membubarkan diri dengan wajah penuh kebahagiaan. Sementara itu, para relawan dan tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah dan saling bermaafan.
Di akhir acara, Ustad Ibad berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang di masa mendatang.
“Semoga tahun depan kegiatan ini semakin meriah dan mampu membentuk kepribadian anak-anak yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan belajar dapat berjalan beriringan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini. (Ckr03)




