Beranda » Muhammadiyah Luncurkan Program Lingkungan 2026, Dari Green Movement hingga Green Hajj

Muhammadiyah Luncurkan Program Lingkungan 2026, Dari Green Movement hingga Green Hajj

Muhammadiyah Luncurkan Program Lingkungan 2026, Dari Green Movement hingga Green Hajj

Lanskap, Jakarta – Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah resmi meluncurkan sejumlah program strategis tahun 2026 dalam sebuah acara yang digelar pada Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 24 Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen Muhammadiyah dalam mendorong pelestarian lingkungan hidup di tingkat nasional melalui berbagai gerakan kolaboratif.

Acara peluncuran tersebut dihadiri sejumlah tokoh yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, di antaranya Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi lingkungan hidup Anwar Abbas, Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Pusat dan Daerah Hanifah Dwi Nirwana, Deputi Bidang PSLB3 Melda Mardalina, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M. Azrul Tanjung, Komisioner Badan Pengelola Keuangan Haji Harry Alexander, serta Koordinator Lestari Project Arry Azhar.

Lima Program Strategis Lingkungan Muhammadiyah

Dalam kesempatan tersebut, Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah meluncurkan lima program unggulan, yaitu:

  1. Muhammadiyah Green Movement 2026 bekerja sama dengan Lazismu PP Muhammadiyah
  2. Program Edu Forest hasil kolaborasi dengan Lestari Project
  3. Program Pengelolaan Sampah bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia
  4. Program Green Hajj, edukasi pengelolaan sampah bagi jemaah haji bersama BPKH
  5. Platform digital Muhammadiyah Green Ecosystem (GreenMU.apps) yang dikembangkan bersama PT XYZ

Dalam agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI terkait program pengelolaan sampah.

Dakwah Lingkungan sebagai Tanggung Jawab Umat

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengapresiasi langkah progresif Majelis Lingkungan Hidup dalam menghadirkan gerakan nyata untuk menjaga kelestarian alam.

“Kegiatan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah sangat bermanfaat bagi bangsa dan persyarikatan. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata Muhammadiyah dalam menjaga kelestarian alam dan menjawab tantangan krisis lingkungan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran Islam.

“Islam mengajarkan kita untuk tidak merusak bumi. Oleh karena itu, gerakan lingkungan seperti ini harus terus diperkuat sebagai bagian dari dakwah dan tajdid Muhammadiyah,” tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Staf Khusus Menteri Lingkungan Hidup Hanifah Dwi Nirwana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Menurutnya, langkah Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup menjadi contoh nyata bagaimana organisasi masyarakat dapat berperan strategis dalam mendukung agenda pembangunan lingkungan nasional.

“Persoalan lingkungan hidup tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan,” ujarnya.

Gerakan Nyata Hadapi Krisis Lingkungan

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah M. Azrul Tanjung menegaskan bahwa program-program tersebut merupakan langkah strategis Muhammadiyah dalam menjawab tantangan krisis lingkungan yang semakin kompleks.

“Program-program yang kami luncurkan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah untuk menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga konservasi hutan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, komunitas, dan berbagai mitra strategis menjadi kunci keberhasilan implementasi program di lapangan.

Edu Forest hingga Green Hajj

Koordinator Lestari Project Arry Azhar menjelaskan bahwa program Edu Forest tidak hanya berfokus pada konservasi hutan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Edu Forest bukan sekadar menjaga hutan, tetapi menjadikan hutan sebagai pusat edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pembelajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Keuangan Haji Harry Alexander menegaskan bahwa BPKH mendukung pengembangan konsep Green Hajj sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah haji yang ramah lingkungan.

Ia menilai edukasi pengelolaan sampah bagi calon jemaah haji perlu dilakukan sejak di tanah air agar kesadaran lingkungan semakin meningkat.

Bagian dari Program Green Ramadhan

Peluncuran program ini juga menjadi puncak rangkaian kegiatan Green Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Djihadul Mubarok mengatakan bahwa program tersebut bertujuan menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah.

“Launching program hari ini menjadi penegasan bahwa apa yang kita diskusikan selama Ramadhan tidak berhenti pada wacana, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret menuju gerakan yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Muhammadiyah diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pelopor gerakan lingkungan berbasis nilai keislaman sekaligus berkontribusi dalam menjawab tantangan krisis lingkungan di Indonesia. (Hnd)