Beranda » Bukan Cuma Praktis, Ini Cara Baru Orang Indonesia Membayar dan Traveling di 2026

Bukan Cuma Praktis, Ini Cara Baru Orang Indonesia Membayar dan Traveling di 2026

Bukan Cuma Praktis, Ini Cara Baru Orang Indonesia Membayar dan Traveling di 2026

Lanskap, Jakarta – Perubahan cara masyarakat Indonesia bertransaksi semakin terasa menjelang 2026. Bukan lagi sekadar soal praktis, pembayaran digital kini menjadi bagian dari gaya hidup—terutama di kalangan Generasi Z yang semakin mandiri secara finansial dan gemar mengeksplorasi pengalaman baru.

Laporan terbaru Visa AP Insight & Analytics dalam Visa Green Shoots Radar Wave 18 mengungkap lima tren utama pembayaran dan perjalanan yang diprediksi akan membentuk perilaku konsumen Indonesia sepanjang 2026.

1. Dompet Digital Jadi Andalan Utama

Lonjakan penggunaan dompet digital kian tak terbendung. Sebanyak 62 persen transaksi tatap muka (face-to-face) dan 59 persen pembayaran jarak jauh kini dilakukan melalui dompet digital. Menariknya, konsumen Indonesia rata-rata menggunakan tiga aplikasi dompet digital sekaligus, menandakan tingginya adopsi sekaligus persaingan ekosistem pembayaran digital di Tanah Air.

2. Indonesia Pimpin Asia Tenggara dalam eCommerce

Indonesia tercatat sebagai salah satu pasar paling aktif di Asia Tenggara. Sekitar 86 persen konsumen menggunakan aplikasi eCommerce, sementara 46 persen lainnya berbelanja langsung melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Fenomena social commerce ini memperlihatkan bagaimana batas antara hiburan, interaksi sosial, dan transaksi keuangan semakin kabur.

3. Gen Z dan Kemandirian Finansial Digital

Generasi Z tampil sebagai penggerak utama perubahan. Sebanyak 52 persen Gen Z berencana memulai usaha sendiri atau side hustle, sementara 49 persen fokus membangun dana darurat dan 50 persen menabung untuk pendidikan. Media sosial juga berperan besar, dengan 53 persen Gen Z mengandalkan influencer dan platform digital sebagai sumber edukasi keuangan mereka.

4. Cara Bayar Saat Traveling Ikut Berubah

Meningkatnya kepercayaan diri untuk bepergian ke luar negeri turut mengubah preferensi pembayaran. Visa mencatat, 20 persen konsumen memilih kartu kredit untuk transaksi bernilai besar, sementara 20 persen lainnya menggunakan kartu debit untuk transportasi lokal dan hiburan. Selain itu, 50 persen wisatawan memilih kartu multi-currency karena biaya konversi yang lebih rendah dan kemudahan transaksi lintas mata uang.

Jepang, Singapura, dan Malaysia menjadi tiga destinasi internasional teratas bagi wisatawan Indonesia.

5. Ekspektasi Premium Semakin Tinggi

Tak hanya soal membayar, konsumen kini menginginkan nilai lebih. Akses lounge bandara, perlindungan perjalanan, hingga layanan makan eksklusif menjadi faktor penting dalam memilih metode pembayaran. Tren ini menunjukkan pergeseran dari sekadar transaksi menuju pengalaman premium yang menyeluruh.

Masa Depan Pembayaran Indonesia

Visa menyimpulkan bahwa kombinasi meningkatnya minat bepergian, kepercayaan terhadap pembayaran digital, serta dorongan pengalaman premium akan terus membentuk cara masyarakat Indonesia berbelanja dan mengelola keuangan pada 2026.

Bagi pelaku industri, tren ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi pembayaran tak lagi opsional—melainkan kebutuhan. (Eff)