Lanskap, Jakarta – Travel + Leisure Co. menjalin kolaborasi dengan Swiss German University dalam upaya menyusun standar kompetensi terbaru bagi sistem pendidikan di industri pariwisata. Langkah ini diwujudkan melalui forum group discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah akademisi serta praktisi di sektor pariwisata.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah pentingnya integrasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence, untuk meningkatkan kualitas layanan kepada tamu tanpa mengesampingkan aspek humanis. Selain itu, pembaruan standar sertifikasi juga dinilai krusial guna mempersiapkan talenta muda yang mampu bersaing di tingkat global.
Dari hasil diskusi, kedua pihak merumuskan sejumlah rekomendasi penting sebagai fondasi masa depan industri pariwisata. Di antaranya adalah pengembangan sertifikasi internasional melalui kurikulum yang diakui secara global untuk memvalidasi kompetensi mahasiswa. Selain itu, penerapan manajemen berbasis AI juga diusulkan, khususnya dalam pengelolaan data riwayat tamu agar layanan menjadi lebih personal dan efisien.
Tak hanya itu, konsep pembelajaran “teaching factory” berbasis digital turut menjadi fokus. Model ini dirancang agar mahasiswa dapat belajar sesuai dengan dinamika industri terkini, sekaligus membiasakan diri dengan ekosistem pariwisata yang semakin terdigitalisasi.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan global, sekaligus melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kesiapan mental untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata.
Indra Budiman, Area General Manager Travel + Leisure Co., menyampaikan bahwa ekspektasi tamu terus berkembang dan tidak selalu dapat dijawab melalui pendekatan konvensional. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan standar yang disusun mampu mengikuti perubahan tersebut.
Sementara itu, Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menegaskan bahwa inovasi dalam pembelajaran kini menjadi sebuah kebutuhan. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara materi yang diajarkan di kelas dengan kebutuhan nyata di industri.
Sebagai informasi, Travel + Leisure Co. saat ini mengelola lebih dari 100 club resort di luar Amerika Utara, dengan total portofolio aset klub yang melampaui US$1 miliar. Perusahaan ini juga mengembangkan empat jaringan vacation ownership di kawasan Asia Pasifik, yaitu Club Wyndham Asia, Club Wyndham South Pacific, Accor Vacation Club Asia Pacific, dan Accor Vacation Club. (Asm)

