Lanskap, Jakarta – SCTV selalu berkomitmen memberikan program-program terbaik yang dapat dinikmati semua lapisan pemirsanya, sejalan dengan taglinenya, “Satu Untuk Semua”.
Menjelang HUT-nya yang ke-36 tahun ini, SCTV kembali memperkuat suguhan programnya dengan talent search terbaru bertajuk “The Icon Indonesia”.
Ajang pencarian bakat menyanyi pop ini akan mulai tayang pada Senin, 13 April 2026, dan disiarkan secara LIVE setiap hari Senin dan Selasa pukul 21.00 WIB.
Sebanyak 24 peserta terpilih telah berhasil lolos setelah melalui rangkaian proses seleksi yang panjang dan ketat sejak Desember 2025. Industri musik Indonesia kini bersiap menyambut lahirnya talenta baru melalui panggung utama yang menghadirkan jajaran juri dari para maestro hingga diva legendaris tanah air.
Banardi Rachmad selaku Deputy Director Programming SCTV menyampaikan bahwa program ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa.
“SCTV menghadirkan khusus delapan icon musik terbaik Indonesia sebagai juri yang akan memberikan penilaian sekaligus masukan secara langsung kepada para peserta. Kami berharap ajang ini dapat melahirkan penyanyi yang tidak hanya menjadi idola, tetapi juga memiliki kualitas, karakter kuat, serta kesiapan untuk berkontribusi di industri musik tanah air,” ujar Banardi, Senen (6/4).
Dikesempatan yang sama Ahmad Dhani selaku Juri The Icon Indonesia membuka rangkaian pernyataan dengan menegaskan rekam jejak karier profesionalnya yang telah terbentuk sejak tahun 1992. “Rahasia utama untuk menjadi seorang bintang di industri musik Indonesia sebenarnya adalah faktor rezeki yang tidak bisa dijelaskan secara akademis, namun tetap harus dijemput dengan kekuatan niat sejak awal perjalanan,” tegasnya.
Dhani menekankan bahwa keberhasilan bukan hanya soal teknis vokal, melainkan perpaduan antara kemauan kuat dan garis rezeki yang tepat.
Melengkapi pandangan tersebut, Titi DJ Juri The Icon Indonesia yang telah berkarya lebih dari 40 tahun menyatakan bahwa konsistensi lahir dari ikhtiar untuk terus dirindukan publik. “Saya percaya bahwa rezeki untuk tetap diminta bernyanyi harus dibarengi dengan semangat untuk tetap produktif menciptakan lagu dan konsisten dalam berkarya,” ungkapnya.
Mengenai dinamika penjurian, Titi DJ menegaskan prinsipnya yang mengutamakan harmoni, namun tetap siap berdebat secara sehat demi memberikan masukan terbaik bagi peserta.
Afgan yang juga selaku Juri The Icon Indonesia menandai kembalinya ia ke kursi juri sebagai momen reuni setelah sepuluh tahun berlalu sejak kolaborasi terakhirnya bersama Ahmad Dhani pada 2015.
“Berdasarkan pengalaman 18 tahun berkarier, para musisi muda sebaiknya jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan harus berani mengeksplorasi genre baru,” ujarnya.
Selain itu afgan menekankan pentingnya memasukkan karakter pribadi agar setiap karya tetap memiliki ciri khas yang kuat secara organik.
Teknis, Jati Diri, dan Pemahaman Rasa
Perspektif mengenai teknis disampaikan secara lugas oleh Isyana Sarasvati. “Penguasaan instrumen musik merupakan nilai tambah yang membantu memahami harmoni secara utuh, namun hal tersebut bukanlah syarat mutlak kesuksesan,” ungkapnya.
Isyana mendorong peserta untuk fokus pada kejujuran rasa dan tidak takut gagal, karena melalui kegagalanlah seorang seniman menemukan identitas musik aslinya.
Di sisi lain, Andien yang memulai karier sejak usia 14 tahun merasa memiliki ikatan emosional dengan peserta muda.
“Tantangan besar bagi penyanyi muda adalah membawakan lagu dengan perasaan tertentu sementara mereka belum berada di fase kehidupan (stage of life) seperti itu, sehingga diperlukan pemahaman rasa yang sangat mendalam,” jelasnya.
Sementara itu, Ardhito Pramono menutup dengan apresiasi terhadap kepercayaan diri talenta muda saat ini. “Kejujuran terhadap referensi musik pribadi adalah fondasi utama yang akan membentuk jati diri seorang musisi untuk tumbuh menjadi ikon Indonesia yang sesungguhnya,” pungkasnya.
Pertarungan sengit 24 peserta akan dimulai dalam babak “The Duel Top 24” yang terbagi menjadi Grup A dan Grup B. Pemirsa dapat mendukung peserta favorit melalui Koin Virtual Gift di aplikasi Vidio, yang dapat menyelamatkan finalis dari zona merah di babak-babak krusial seperti “Top 10 Final” dan “The Recall”.
Keseluruhan penampilan peserta akan dipandu oleh duo presenter Desta dan Ananda Omesh, diiringi musik dari Marcel Aulia Band, serta polesan dari vocal coach Rieka Roslan dan koreografer Geri Krisdianto (Aa Gege). Juara “The Icon Indonesia” dipastikan akan mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah serta kontrak eksklusif dengan label musik Trinity Optima.
Saksikan lahirnya Icon Penyanyi Pop Terbaru Indonesia mulai 13 April 2026, setiap Senin dan Selasa pukul 21.00 WIB hanya di SCTV! (Cmy)

