Beranda » Saat Banjir Datang, Dapur Lapangan Polri Jadi Harapan Warga Karawang

Saat Banjir Datang, Dapur Lapangan Polri Jadi Harapan Warga Karawang

Saat Banjir Datang, Dapur Lapangan Polri Jadi Harapan Warga Karawang

Lanskap, Karawang — Sejak banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, aktivitas warga berubah total. Rumah terendam, dapur tak lagi bisa digunakan, dan banyak keluarga harus bertahan dengan keterbatasan. Di tengah kondisi tersebut, Polda Jawa Barat bersama Polres Karawang hadir membawa bantuan nyata melalui dapur lapangan Polri, Selasa (20/1/2026).

Dari dapur darurat itu, aroma masakan hangat mulai menyebar. Bukan sekadar makanan, tetapi juga rasa diperhatikan bagi warga yang terdampak banjir. Makanan siap saji dibagikan langsung kepada masyarakat di sekitar pengungsian dan titik-titik evakuasi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. mengatakan, dapur lapangan ini disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang kesulitan beraktivitas akibat banjir.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya soal keamanan, tapi juga memastikan warga tetap bisa makan dan bertahan di situasi darurat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si. Bersama personel Polri, ia turut memastikan proses memasak hingga pendistribusian makanan berjalan lancar.

Setiap harinya, dapur lapangan mampu memproduksi sekitar 400 hingga 500 porsi makanan, yang dibagikan kepada warga di sekitar lokasi banjir dan pengungsian. Menu disesuaikan dengan kondisi lapangan—sederhana, cepat disiapkan, namun tetap bergizi.

“Untuk sementara kami operasikan satu sampai dua kali sehari, tergantung kebutuhan. Yang terpenting, warga tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” kata AKBP Fiki.

Polda Jabar menegaskan akan terus bersinergi dengan Polres jajaran, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar bantuan kemanusiaan terus berjalan hingga kondisi berangsur normal. Bagi warga Karawang, dapur lapangan ini menjadi simbol kehadiran negara yang benar-benar terasa di saat paling dibutuhkan. (Mom)