Beranda » RUANG// Luncurkan Jurnal Seni Baru, Angkat Peran Seniman sebagai Peneliti di Asia Tenggara

RUANG// Luncurkan Jurnal Seni Baru, Angkat Peran Seniman sebagai Peneliti di Asia Tenggara

RUANG// Luncurkan Jurnal Seni Baru, Angkat Peran Seniman sebagai Peneliti di Asia Tenggara

Lanskap, Jakarta – Platform kuratorial independen RUANG// resmi meluncurkan publikasi terbaru bertajuk RUANG// Journal, sebuah jurnal seni yang menyoroti peran seniman sebagai peneliti dalam memahami perubahan teknologi dan lingkungan di Asia Tenggara.

Di tengah upaya global untuk membaca masa depan melalui pendekatan ilmiah dan kebijakan, para seniman di kawasan ini justru telah lebih dulu merespons isu-isu tersebut lewat praktik kreatif mereka. RUANG// Journal hadir sebagai ruang penulisan kritis yang mendokumentasikan sekaligus mengkaji fenomena tersebut.

Edisi perdana jurnal ini melibatkan delapan penulis dari lima negara yang membahas karya dari 25 seniman kontemporer, termasuk Marwa Arsanios, Tuan Andrew Nguyen, Yuki Kihara, hingga Robert Zhao Renhui. Pendekatan mereka beragam, mulai dari riset lingkungan, eksplorasi teknologi, hingga pengangkatan pengetahuan ekologis masyarakat adat.

Kehadiran jurnal ini juga sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap isu lingkungan dan teknologi. Salah satunya adalah konsep human exposome, yang mengkaji dampak paparan lingkungan terhadap kehidupan manusia. Selain itu, program Futures Literacy dari UNESCO turut mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi masa depan yang kompleks.

Di Asia Tenggara, dinamika ini terasa nyata. Kawasan ini menjadi pusat produksi teknologi global, namun juga menghadapi tantangan seperti urbanisasi cepat, perkembangan smart city, serta ancaman terhadap ekosistem pesisir.

Founder RUANG//, Natasha Doroshenko Murray, menegaskan bahwa banyak seniman bekerja langsung di tengah realitas tersebut. Praktik mereka tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga menjadi bentuk penyelidikan yang menghasilkan pengetahuan baru.

RUANG// Journal diterbitkan secara daring dan cetak, serta dapat diakses secara gratis tanpa iklan. Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap penulisan seni sekaligus memperkuat ekosistem intelektual seni kontemporer di Asia Tenggara. (Hnd)