Beranda » Ratusan Siswa Tampilkan Karya Seni di Resital Sanggar Obor Sakti Bogor

Ratusan Siswa Tampilkan Karya Seni di Resital Sanggar Obor Sakti Bogor

Ratusan Siswa Tampilkan Karya Seni di Resital Sanggar Obor Sakti Bogor

Lanskap, Bogor – Ratusan siswa-siswi Sanggar Obor Sakti Tatos memamerkan hasil belajar seni mereka dalam kegiatan Resital Kelas Seni yang digelar di Gedung Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Sabtu, 4 Januari 2026. Acara ini menjadi penutup proses pembelajaran seni yang telah dijalani para siswa selama satu semester terakhir.

Resital tersebut dihadiri sejumlah tokoh seni dan budaya Kota Bogor. Tampak hadir perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan, Dian Herdiawan, S.P., M.M. Selain itu, turut hadir Ketua Yayasan Budaya Hanjuang Bodas Raden Ace Sumanta, S.Pd., S.H., budayawan senior H. Dirman, Ketua Budaya Spiritual Ciburial Bogor Hajah Ratu Sihartini Siroj, pengamat seni H. Gunawan, tokoh literasi Rida Nurdiani, S.Pd., serta Angga Mawantien dari Yayasan Budaya Hanjuang Bodas.

Kehadiran para orang tua wali murid juga menjadi bagian penting dalam acara ini. Dukungan mereka menjadi penyemangat tersendiri bagi para siswa dalam menampilkan karya terbaiknya di atas panggung.

Mengangkat tema “Bunga Rampai Kesenian Kota Bogor”, pimpinan Sanggar Obor Sakti, R. R. Atang Supriatna, menyampaikan bahwa tema tersebut mencerminkan keberagaman bakat seni yang berkembang di sanggar.

Ia mengibaratkan para siswa sebagai kuncup bunga dengan warna dan keharuman berbeda-beda, namun saling melengkapi dalam satu rangkaian keindahan. Menurutnya, keberagaman seni yang dipelajari merupakan kekayaan budaya yang mencerminkan identitas Kota Bogor.

Atang juga menegaskan bahwa resital ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi atas proses pembelajaran seni yang telah dilalui para siswa selama satu semester.

“Resital ini menjadi panggung bagi siswa-siswi untuk menunjukkan hasil proses mereka. Inilah wujud nyata dari semangat kami, yaitu Eksodaya—membangun kota melalui daya cipta, karsa, dan karya,” ujarnya.

Melalui semangat tersebut, Sanggar Obor Sakti ingin menegaskan bahwa seni bukan hanya aktivitas hiburan, tetapi kekuatan yang mampu membentuk karakter, menumbuhkan kreativitas, sekaligus memperkuat fondasi budaya lokal. Dengan berkesenian, para siswa tidak hanya mengembangkan potensi diri, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga dan merawat kebudayaan Kota Bogor. (Mur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *