Lanskap, Karawang — Banjir melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak Minggu (17/1/2026) akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Data sementara BPBD Karawang mencatat banjir merendam 29 desa di 12 kecamatan, dengan sedikitnya 3.162 rumah warga terdampak.
Ketinggian air di wilayah permukiman bervariasi antara 50 hingga 90 sentimeter, sementara di kawasan terdampak parah seperti Desa Karangligar, genangan mencapai 2 hingga 3 meter, sehingga membatasi mobilitas warga.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Polda Jawa Barat mengerahkan Randurlap (kendaraan dapur lapangan) ke Kampung Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, pada Senin (19/1/2026). Dapur lapangan difungsikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak melalui penyediaan makanan siap saji.
Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) terlibat langsung dalam operasional dapur lapangan. Hingga saat ini, 650 porsi makanan telah disalurkan kepada warga di lokasi banjir dan pengungsian.
Selain bantuan logistik, 500 personel Polres Karawang, bersama unsur TNI, BPBD, dan relawan, dikerahkan untuk mendukung evakuasi, pengamanan lingkungan, serta pelayanan kemanusiaan lainnya. Polri juga mengintensifkan patroli kesehatan door to door, dengan 200 warga telah menerima layanan pemeriksaan kesehatan.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir terpenuhi melalui koordinasi lintas instansi hingga kondisi berangsur pulih. (Mom)




