Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Inklusif

Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Inklusif

Lanskap, Jakarta – Peran perempuan dalam mendorong ekonomi nasional semakin mendapat perhatian. Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, dalam sebuah dialog nasional di Jakarta. Ia menyebut, saat ini sektor ekonomi kreatif menjadi peluang besar bagi perempuan untuk berkembang, apalagi dengan dukungan teknologi digital.

Perempuan Kini Bisa Berkarya dari Mana Saja

Menurut Irene, ekonomi kreatif membuka banyak pintu tanpa melihat latar belakang. Dengan bantuan teknologi, perempuan kini bisa berkarya dari mana saja—baik dari rumah maupun dari berbagai daerah di Indonesia.

“Ini adalah ruang yang inklusif. Siapa pun bisa berkontribusi, termasuk perempuan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kunci utama untuk berkembang adalah keberanian untuk memulai dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

Hal senada disampaikan Veronica Tan, yang menilai perempuan harus dilibatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Artinya, perempuan juga perlu diberi ruang dalam pengambilan keputusan.

Sementara itu, Febrian Alphyanto Ruddyard mengingatkan bahwa peran perempuan sangat penting, bahkan dimulai dari keluarga. Dari sanalah ketahanan bangsa dibangun.

Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah berharap semakin banyak perempuan yang bisa aktif di sektor ekonomi kreatif. Tujuannya jelas, agar lebih banyak masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan, sekaligus memperkuat ekonomi nasional.

Dengan semakin terbukanya peluang, perempuan kini punya kesempatan lebih besar untuk berkarya, mandiri, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi Indonesia. (Red)