Lanskap, Bogor – Pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sosial di tengah masyarakat. Tidak hanya memberi manfaat bagi warga, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial dan praktik pemberdayaan di lapangan.
Hal tersebut tercermin dalam program BERDIKARI (Berbakti Dedikasi untuk Negeri) 2026 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Kampung Jagapati, Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.
Selama sepuluh hari, mahasiswa HMPS PMI terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif bersama masyarakat. Sejak awal pelaksanaan, kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh warga yang turut berpartisipasi dalam setiap program. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana kebersamaan sekaligus memperkuat nilai gotong royong.
Program pengabdian dirancang secara menyeluruh, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lingkungan. Di bidang pendidikan, mahasiswa melakukan pendampingan serta revitalisasi kegiatan belajar di MI Abdussalam sebagai upaya mendukung proses pembelajaran anak-anak. Sementara itu, layanan pemeriksaan kesehatan dasar dan penyuluhan sosial dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dan kepedulian sosial.
Aspek lingkungan dan kemandirian masyarakat juga menjadi fokus utama. Melalui kegiatan edukasi lingkungan, berkebun, dan bertani bersama warga, mahasiswa dan masyarakat belajar bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kemandirian berbasis potensi lokal.
Kegiatan BERDIKARI melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua. Keterlibatan lintas generasi ini memperkaya proses pengabdian karena setiap kelompok memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang berkelanjutan.
Sekretaris Desa Tapos 1, Ukar, mengapresiasi kontribusi mahasiswa HMPS PMI UIN Jakarta. Menurutnya, program pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan warga desa.
Sementara itu, Ketua Umum HMPS Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jakarta, Muhammad Zidan Ramdani, menegaskan bahwa kegiatan pengabdian ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami kondisi sosial sekaligus mengasah kepekaan dan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat.
Pengalaman pengabdian di Kampung Jagapati menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kegiatan temporer, melainkan proses kolaboratif untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama. Melalui program seperti BERDIKARI, diharapkan terbangun kerja sama berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat demi terciptanya perubahan sosial yang lebih baik. (Asm)




