Lanskap, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan peninjauan kesiapan layanan transportasi di sejumlah titik strategis di Jakarta menjelang Idul Fitri 2026.
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Bandara Halim Perdanakusuma, Terminal Kampung Rambutan, serta Stasiun Gambir. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas transportasi dalam menghadapi lonjakan pemudik yang diperkirakan meningkat signifikan tahun ini.
Perempuan dan Anak Jadi Prioritas Perlindungan
Dalam keterangannya, Arifah Fauzi menekankan bahwa perempuan dan anak termasuk kelompok yang lebih rentan selama perjalanan mudik, terutama dalam kondisi perjalanan panjang dan padat.
Risiko yang dihadapi mencakup kelelahan, keterbatasan fasilitas ramah anak, hingga potensi pelecehan di ruang publik. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas pendukung menjadi sangat penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan mereka.
“Fasilitas seperti ruang laktasi, ruang bermain anak, ruang tunggu keluarga, sistem informasi yang jelas, serta petugas yang responsif harus tersedia dengan baik,” ujarnya.
Lonjakan Pemudik Jadi Tantangan Besar
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total populasi Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan bahwa simpul transportasi akan menjadi titik krusial dalam menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memastikan layanan tetap aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan seluruh penumpang.
Kolaborasi untuk Mudik Ramah Perempuan dan Anak
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, operator transportasi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menghadirkan gerakan #MudikNyamanBersama.
Menteri PPPA mengapresiasi berbagai fasilitas yang telah disediakan di lokasi peninjauan, seperti ruang laktasi, area bermain anak, ruang kesehatan, hingga pojok baca yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan.
Selain itu, tersedia pula posko mudik khusus perempuan dan anak yang berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia untuk memberikan layanan kesehatan dan pendampingan.
Dukungan juga datang dari maskapai penerbangan yang menyediakan pin prioritas bagi ibu hamil, sehingga mereka mendapatkan layanan khusus mulai dari proses check-in hingga selama penerbangan.
Imbauan Kurangi Penggunaan Gawai Saat Mudik
Dalam kesempatan tersebut, Arifah Fauzi juga mengimbau para orang tua untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai selama perjalanan mudik.
Menurutnya, momen mudik Lebaran merupakan kesempatan berharga untuk mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak melalui interaksi langsung.
“Momentum mudik adalah waktu yang tepat untuk membangun kedekatan keluarga dan menciptakan pengalaman yang bermakna,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan inklusif, khususnya bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perhatian lebih selama perjalanan. (Mur)




