Sempat Terlihat Akan Terpeleset, United Justru Lolos di Detik Terakhir
Lanskap, Jakarta – Old Trafford nyaris menyaksikan satu malam yang terasa pahit. Namun sepak bola kembali membuktikan satu hal: hasil akhir sering kali datang dari momen yang paling tidak bisa ditebak.
Sejak menit awal, Manchester United mencoba mengambil inisiatif. Tekanan dibangun dari kedua sisi sayap, sementara Fulham memilih bertahan rapi dan menunggu celah. Laga berjalan keras sejak awal—duel udara, tekel terlambat, dan perebutan bola di lini tengah tak terhindarkan.
Kontroversi pertama muncul di menit ke-16. Matheus Cunha terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Jorge Cuenca. Wasit sempat menunjuk titik putih, Old Trafford bersiap merayakan peluang emas. Namun VAR berbicara lain. Setelah tinjauan ulang, penalti dibatalkan. Sorakan berubah menjadi gumaman kecewa.
United tidak larut dalam keputusan itu.
Menit ke-19, Bruno Fernandes mengirimkan umpan silang presisi dari sisi kanan. Casemiro menyelinap di antara dua bek Fulham, memenangi duel udara, dan menyundul bola ke gawang. Gol. Skor 1-0. Old Trafford kembali bernyawa.
Gol tersebut membuat tempo pertandingan semakin tinggi. Fulham mulai keluar dari tekanan, memaksa United bertahan lebih dalam di beberapa fase. Beberapa pelanggaran taktis terjadi—Marco Silva dan Joachim Andersen menerima kartu kuning, menandakan duel semakin panas. Babak pertama ditutup dengan keunggulan tipis United, namun laga masih jauh dari aman.
Babak kedua membuka cerita baru
Fulham mencoba meningkatkan intensitas, tapi justru United yang kembali memukul lebih dulu. Menit ke-56, Casemiro lagi-lagi terlibat. Gelandang Brasil itu merebut bola, naik beberapa langkah, lalu mengirim umpan terukur ke arah Cunha. Tanpa banyak sentuhan, Cunha melepaskan sepakan kaki kanan yang mengarah ke sudut gawang. Gol. 2-0.
Di momen ini, duo Brasil benar-benar menikmati atmosfer Old Trafford—Casemiro dengan kontrol permainan dan Cunha dengan ketajaman di depan gawang.
Namun pertandingan belum selesai. Justru di sinilah drama dimulai.
Masuk menit ke-80, Fulham bermain lebih berani. Tekanan meningkat, bola-bola silang mulai membanjiri kotak penalti United. Menit ke-83, Harry Maguire melakukan pelanggaran di area berbahaya. VAR kembali turun tangan. Setelah pemeriksaan, wasit menunjuk titik penalti. Raul Jimenez maju dan menuntaskan tugasnya di menit ke-85. Skor berubah menjadi 2-1.
Ketegangan merayap ke seluruh stadion
Tambahan waktu sembilan menit diumumkan. Alih-alih bertahan, United justru terlihat goyah. Fulham memanfaatkan momentum. Menit ke-90+1, Kevin melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang meluncur tanpa bisa dijangkau kiper. Gol penyama kedudukan. 2-2.
Di titik ini, hasil imbang terasa semakin masuk akal.
Namun sepak bola jarang peduli pada logika.
Menit ke-90+4, Bruno Fernandes kembali menjadi pengirim umpan. Crossing-nya menemui Benjamin Šeško yang masuk sebagai pemain pengganti. Satu sentuhan, satu sepakan. Gol. 3-2. Old Trafford meledak. Bangku cadangan berdiri. Fulham terdiam.
Tambahan tiga poin ini membuat Manchester United tetap bertahan di posisi keempat klasemen sementara, menjaga jarak tipis dari Chelsea dan Liverpool yang terus menekan dari belakang. Dalam persaingan seketat ini, kemenangan dramatis seperti ini menjadi pembeda. (Haq)



