Lanskap, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat penanganan sampah nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis sains dan teknologi. Langkah ini dinilai penting untuk menghadirkan solusi yang efektif, terukur, dan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya volume sampah di kawasan perkotaan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta Selasa (7/4/2026).
Brian Yuliarto menekankan bahwa pendekatan berbasis riset dan inovasi menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah. Menurutnya, kerangka kebijakan yang telah disusun kini siap masuk tahap implementasi berbasis data.
“Kerangka makro sudah tersedia, dan saat ini kami fokus memanfaatkan data TPS 3R untuk mempercepat implementasi di lapangan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong optimalisasi lebih dari 100 titik Tempat Penampungan Sementara Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Fasilitas ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Perguruan tinggi juga dilibatkan melalui riset terapan, survei, dan pemetaan teknis guna memastikan program berjalan efektif.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya dukungan akademisi dalam memperkuat dasar ilmiah kebijakan. Ia menyebut hasil riset akan menjadi acuan agar implementasi di lapangan lebih tepat sasaran.
Selain itu, pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi prioritas utama, mengingat mayoritas sampah nasional berasal dari rumah tangga, khususnya sampah organik. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi sistem.
Pemerintah juga mendorong integrasi pengelolaan sampah antara rumah tangga dan sektor komersial, serta memperkuat regulasi dan penegakan hukum.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, penanganan sampah nasional diharapkan menjadi lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan di Indonesia. (Asm)

