Lanskap, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf/Bekraf) memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas ekonomi kreatif sepanjang tahun 2025. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya di Jakarta sebagai kota strategis.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor telah membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk menembus pasar global sekaligus memperluas jejaring internasional. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/1/2026).
“Jakarta memiliki peran strategis sebagai etalase ekonomi kreatif nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting untuk memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global,” ujar Teuku Riefky.
Dukungan Nyata Lewat Agenda Strategis
Sepanjang 2025, dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap pengembangan ekonomi kreatif diwujudkan melalui berbagai agenda penting. Di antaranya adalah penyelenggaraan Friends of Creative Economy (FCE) Meeting 2025, fasilitasi promosi produk komik kreator Indonesia di ajang Singapore Comic Con, serta kolaborasi dalam Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional melalui kampanye Oktoberkreasi.
Menurut Teuku Riefky, FCE Meeting 2025 berhasil menarik perhatian komunitas internasional. Tercatat sekitar 500 peserta dari berbagai negara mengikuti kegiatan tersebut, dengan sekitar 300 peserta hadir secara langsung.
“Animo internasional terhadap FCE Meeting sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Jakarta, memiliki daya tarik kuat sebagai pusat dialog dan kolaborasi ekonomi kreatif dunia,” ujarnya.
Menuju Jakarta Kota Global
Kementerian Ekraf juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu 20 besar kota global dunia. Upaya ini ditempuh dengan mendorong penyelenggaraan lebih banyak agenda internasional di bidang ekonomi kreatif agar Jakarta semakin dikenal sebagai pusat pertukaran ide, jejaring bisnis, dan promosi karya kreatif Indonesia.
Sebagai kelanjutan dari keberhasilan FCE Meeting, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk menyelenggarakan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta pada tahun 2026. Konferensi dua tahunan ini diharapkan dapat mendukung visi Jakarta sebagai kota global sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia.
“WCCE akan menjadi forum global yang mempertemukan aktor hexahelix ekonomi kreatif untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan berkelanjutan,” jelas Teuku Riefky.
Aktivasi Ruang Kreatif Menuju 500 Tahun Jakarta
Selain agenda internasional, Kementerian Ekraf juga terus mendukung penguatan infrastruktur ekonomi kreatif di Jakarta melalui aktivasi berbagai ruang kreatif publik. Dukungan tersebut mencakup Jakarta Creative Hub, Taman Ismail Marzuki, kawasan Ancol, hingga Jakarta International Stadium.
Aktivasi ruang-ruang kreatif ini diarahkan untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, sekaligus mendorong distribusi karya kreatif, interaksi publik, dan penciptaan nilai ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Koordinator Staf Khusus Yustinus Prastowo, Asisten Perekonomian dan Keuangan Suharini Eliawati, Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata, serta jajaran pejabat Kementerian Ekraf. (Asm)



