Lanskap, Jakarta – Suasana Emporium Pluit Mall, Minggu (8/2), terasa berbeda. Lampion merah bergantung anggun, ornamen bambu dan panda menghiasi sudut-sudut ruangan, sementara tabuhan barongsai menggema menyambut ribuan pengunjung. Dari tempat inilah, optimisme baru Jakarta dimulai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta resmi membuka Kick-Off Jakarta Lunar New Year Festival 2026, menandai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sekaligus simbol kebangkitan ekonomi ibu kota.
Bukan sekadar festival budaya, perayaan ini menjadi penggerak roda belanja, pariwisata, hingga UMKM.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, membawa kabar menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 mencapai 5,17 persen, melampaui rata-rata nasional. Menurutnya, pusat perbelanjaan berperan besar dalam capaian tersebut.
“Kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha lewat insentif serta festival terbukti efektif meningkatkan kunjungan masyarakat. Ekonomi Jakarta bergerak sangat positif,” ujarnya.
Semangat serupa disampaikan Ketua APPBI DKI Jakarta, Mualim Wijoyo. Ia menilai Imlek tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan Ramadan, menciptakan momentum kebersamaan lintas budaya.
Festival bertema “Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keragaman” diikuti 98 mal di seluruh Jakarta. Tahun lalu, program serupa mencatat transaksi fantastis hingga Rp 15,25 triliun. Tahun ini, targetnya lebih besar dengan rangkaian dekorasi tematik, promo belanja, hingga aksi sosial.
Emporium Pluit Mall sebagai tuan rumah juga menunjukkan ketahanan industri ritel. Memasuki usia ke-17, tingkat okupansi mal ini mencapai 99,48 persen dengan 236 tenant aktif.
CEO Emporium Pluit Mall, Ellen Hidayat, mengatakan inovasi menjadi kunci.
“Kami ingin pengalaman belanja yang lebih seru dan relevan bagi generasi muda. Karena itu hadir DJ Panda, Little Panda Parade, hingga Midnight Sale dengan diskon sampai 70 persen,” katanya.
Selama 6 Februari hingga 1 Maret 2026, pengunjung bisa menikmati dekorasi kerajaan Tionghoa, atraksi Barongsai Tonggak Juara Dunia dari Kong Ha Hong, penampilan Desy Huang, hingga beragam hadiah Lucky Dip.
Tak berhenti di hiburan, festival ini juga menghadirkan sisi kemanusiaan. Sebanyak 33 mal, termasuk Grand Indonesia dan Central Park, menggelar donor darah bersama PMI DKI Jakarta.
Di tengah gemerlap belanja dan hiburan, Jakarta menunjukkan satu pesan sederhana: keberagaman bukan sekadar dirayakan, tapi juga menggerakkan ekonomi dan menyatukan warganya.
Imlek kali ini bukan hanya tentang angpao dan lampion merah. Ini tentang harapan baru bagi kota yang tak pernah berhenti tumbuh. (Asm)



