Beranda » Batuk Rejan: Batuk Berkepanjangan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Batuk Rejan: Batuk Berkepanjangan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Batuk Rejan: Batuk Berkepanjangan yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Lanskap, Jakarta – Batuk yang datang bertubi-tubi, sulit berhenti, lalu diakhiri tarikan napas berbunyi melengking—itulah ciri khas batuk rejan atau pertusis. Penyakit ini bukan sekadar batuk biasa. Batuk rejan merupakan infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan bisa berbahaya, terutama bagi bayi.

Batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menyerang saluran napas. Infeksi ini merusak silia (rambut halus di saluran pernapasan) yang berfungsi membersihkan lendir. Akibatnya, tubuh terpaksa mengeluarkan lendir melalui batuk keras dan berulang, yang bisa berlangsung berminggu-minggu. Tak heran jika batuk rejan sering dijuluki “batuk 100 hari.”

Gejala Batuk Rejan

Pada awalnya, batuk rejan sering menyerupai flu biasa: pilek, bersin, batuk ringan, dan demam rendah. Namun, dalam 1–2 minggu, batuk berubah menjadi semakin parah dan muncul secara tiba-tiba berulang (paroksismal). Setelah batuk, penderita bisa mengalami:

  • Sulit bernapas
  • Suara “whoop” saat menarik napas
  • Muntah setelah batuk
  • Kelelahan ekstrem

Pada bayi, gejalanya bisa berbeda dan justru lebih berbahaya. Bayi sering tidak batuk keras, tetapi mengalami henti napas sesaat (apnea), yang dapat berujung pada kekurangan oksigen.

Siapa yang Paling Berisiko?

Batuk rejan bisa menyerang semua usia, namun paling berisiko pada:

  • Bayi yang belum mendapat imunisasi lengkap
  • Anak-anak
  • Remaja dan orang dewasa dengan kekebalan menurun
  • Orang yang belum atau tidak divaksin

Karena penularannya melalui droplet saat batuk atau bersin, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan batuk rejan ke seluruh anggota keluarga.

Cara Mencegah Batuk Rejan

Pencegahan terbaik adalah imunisasi. Vaksin DTP diberikan sejak bayi dan perlu booster pada usia tertentu untuk menjaga kekebalan. Selain itu, menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit, dan segera memeriksakan diri jika batuk berlangsung lama juga penting untuk mencegah penularan.

Batuk rejan bukan batuk biasa. Penyakit ini bisa berlangsung lama dan menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi. Mengenali gejala sejak dini dan memastikan imunisasi lengkap adalah langkah penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat. (Asm)