Lanskap, Jakarta – Mulai 2026, empat pameran dagang paling berpengaruh di Indonesia yang mencakup sektor material, manufaktur, furnitur, dan interior akan disatukan dalam satu platform strategis. Integrasi ini bertujuan merepresentasikan keseluruhan rantai nilai industri furnitur, dari hulu hingga hilir, dalam satu ekosistem industri yang terkoordinasi.
Rangkaian pameran yang akan digelar secara bersamaan (co-located) ini dijadwalkan berlangsung pada 23–27 September 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi destinasi utama bagi pelaku industri furnitur nasional dan internasional, menghadirkan spektrum lengkap mulai dari material dasar, teknologi produksi, hingga furnitur jadi, desain, dan solusi siap pasar.
Pameran terpadu ini akan berlangsung di dua lokasi strategis di Jakarta, yakni Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2 yang baru dibuka, serta JIExpo Kemayoran. Kedua lokasi tersebut akan menjadi pusat pertemuan bisnis dan pengetahuan bagi seluruh pemangku kepentingan industri furnitur.
Sebagai bagian dari penyelarasan strategis ini, Amara Group dan Koelnmesse GmbH akan bersama-sama mengambil alih pengelolaan IFFINA+, pameran furnitur tahunan unggulan milik ASMINDO. Keduanya juga bergabung dalam tim penyelenggara IFMAC WOODMAC, pameran mesin pengerjaan kayu terkemuka di Indonesia.
Keempat pameran tersebut—IFFINA+, IFMAC WOODMAC, interzum jakarta, dan International Hardware Fair Indonesia—akan diselenggarakan secara co-located, membentuk portofolio pameran dagang berstandar internasional. Kolaborasi ini menegaskan peran Indonesia sebagai pusat manufaktur, sumber produksi, dan desain regional bagi industri furnitur dan interior global.
Pada sisi hilir yang berorientasi pasar, IFFINA+ berperan sebagai platform utama untuk furnitur jadi, desain, dan produk gaya hidup. Sementara itu, interzum jakarta merepresentasikan sektor hulu dengan fokus pada material, komponen, permukaan, fittings, serta solusi produksi interior. Segmen manufaktur menengah diwakili oleh IFMAC WOODMAC, yang menampilkan mesin, sistem manufaktur, dan teknologi pendukung produksi furnitur skala industri.
Kolaborasi yang diinisiasi Amara Group dan Koelnmesse GmbH ini mempertemukan platform pameran yang telah mapan ke dalam satu ekosistem terkoordinasi. Penyelarasan ini tetap mempertahankan karakter, kekuatan inti, dan posisi pasar masing-masing pameran, sekaligus mendorong konektivitas industri, kolaborasi lintas sektor, dan pengalaman kunjungan yang lebih terintegrasi.
Secara keseluruhan, ekosistem ini diperkenalkan dengan nama Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect, sebuah platform industri terpadu yang menghubungkan material dan produksi di sisi hulu dengan furnitur, desain, serta solusi siap pasar di sisi hilir dalam satu pekan industri.
Ketua ASMINDO, Dedy Rochimat, menyebut penyelarasan ini sejalan dengan cara industri furnitur beroperasi saat ini. Menurutnya, inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperluas akses pasar internasional melalui platform industri yang menyeluruh dari hulu ke hilir.
Sementara itu, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Küpper, menilai konsep co-location ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan platform industri di Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik. Dengan dukungan ASMINDO, kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan sumber produksi yang semakin strategis, sekaligus menyediakan ruang relevan bagi pelaku internasional dan regional untuk pengembangan bisnis, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi jangka panjang.
Dari sudut pandang komunitas desain, format ekosistem ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara sektor kreatif dan industri. Ketua HDII periode 2024–2027, Adi Surya Triwibowo, menyampaikan bahwa penggabungan desain, material, dan produksi dalam satu pekan industri mendorong kerja sama yang lebih efektif di sepanjang rantai nilai.
Selain area pameran, rangkaian kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan program terkurasi, seperti forum industri, diskusi bersama para ahli, sesi yang menyoroti isu keberlanjutan, serta pertukaran pengetahuan lintas sektor. Seiring menguatnya posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur regional, platform industri terpadu ini menawarkan peluang strategis bagi exhibitor dan pengunjung untuk terhubung dengan pengambil keputusan, profesional industri, serta talenta baru di seluruh ekosistem furnitur. (Hen)



