SaveBloom, Inovasi Pelajar yang Membawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar
2 mins read

SaveBloom, Inovasi Pelajar yang Membawa Literasi Keuangan ke Sekolah Dasar

0 Kali Dibaca

Lanskap.id, Surabaya –  Literasi keuangan tidak harus menunggu seseorang memasuki usia dewasa. Pemahaman tentang cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung dapat diperkenalkan sejak anak-anak duduk di bangku sekolah dasar.

Gagasan tersebut diwujudkan Jonathan J. Suteno, pelajar SMA Cita Hati East Surabaya sekaligus Founder SaveBloom, melalui kegiatan edukasi literasi keuangan di SDN Ujung IX Surabaya pada 22 Oktober 2026. Bersama timnya, Jonathan mengajak 250 siswa mengenal dasar pengelolaan keuangan melalui pembelajaran yang interaktif.

Dalam kegiatan tersebut, Jonathan juga bertindak sebagai ketua pelaksana. Materi disusun dengan mengambil contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti penggunaan uang saku, kebiasaan menyisihkan uang, dan menentukan prioritas antara kebutuhan dengan keinginan.

Pendekatan ini menempatkan literasi keuangan sebagai keterampilan sehari-hari, bukan sekadar pengetahuan tentang uang. Anak-anak diajak memahami bahwa keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mereka mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Menggabungkan Teknologi dan Pembelajaran

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut berasal dari SaveBloom, inovasi aplikasi edukasi keuangan berbasis gamification yang dikembangkan Jonathan bersama timnya.

Konsep SaveBloom menggabungkan sejumlah elemen, seperti saving streak, tantangan harian, penghargaan digital, dan target tabungan. Mekanisme ini dirancang untuk membuat proses belajar menabung terasa lebih menarik sekaligus mendorong konsistensi.

Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada gagasan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan uang dalam jumlah besar. Kebiasaan itu dapat dibangun secara bertahap, sesuai kemampuan, dengan tujuan yang jelas.

Kegiatan di SDN Ujung IX menjadi contoh bagaimana gagasan teknologi dapat dibawa ke ruang belajar dan diperkenalkan melalui interaksi langsung. Inovasi tidak hanya berhenti pada pengembangan konsep aplikasi, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan edukasi di masyarakat.

Kolaborasi dengan Sekolah

Pelaksanaan kegiatan mendapat apresiasi dari Kepala SDN Ujung IX Surabaya, Halim. Menurutnya, edukasi tersebut memberikan manfaat bagi siswa karena mengenalkan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini.

Guru pembimbing, Imas Mugi Restuni, turut mendampingi penyelenggaraan kegiatan. Dukungan sekolah dan pendampingan guru menjadi unsur penting agar materi yang disampaikan dapat diterima sesuai dengan usia dan pengalaman belajar siswa.

Program ini juga berkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Edukasi yang mudah dipahami dan menyenangkan sejalan dengan semangat SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Sementara pengenalan dasar pengelolaan uang memiliki relevansi dengan SDG 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Bagi Jonathan dan tim SaveBloom, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan inovasi pelajar dengan kebutuhan pendidikan yang nyata. Pengalaman belajar bersama 250 siswa diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman finansial anak-anak.

Melalui semangat “Belajar Menabung Jadi Petualangan”, SaveBloom membawa pesan bahwa kebiasaan finansial positif dapat tumbuh dari langkah sederhana. Dengan pengenalan yang tepat sejak dini, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk memahami nilai uang dan merencanakan tujuan mereka. (Hnd)