
Dua Kali Unggul, Liverpool Justru Tumbang 2-3 dari Fenerbahçe di Istanbul
Lanskap.id – Istanbul menjadi panggung kejutan pada lanjutan matchday keempat Liga Champions 2026/2027, Rabu, 4 November 2026. Liverpool yang datang dengan ambisi mempertahankan tren positif justru harus pulang dengan tangan kosong setelah dikalahkan Fenerbahçe 3-2.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Liverpool langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil membuka keunggulan melalui Trey Nyoni pada menit ke-25. Gelandang muda tersebut melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan sebelum mengecoh Ederson.
Namun, keunggulan Liverpool hanya bertahan empat menit. Mason Greenwood menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas pada menit ke-29. Bola yang membentur pagar betis membuat Alisson Becker gagal mengantisipasi arah datangnya bola.
Memasuki babak kedua, Liverpool kembali menunjukkan kualitas serangannya. Pergantian pemain memberikan dampak instan ketika Alexander Isak yang baru masuk berhasil mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-69. The Reds kembali unggul 2-1.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Fenerbahçe langsung merespons empat menit kemudian. Archie Brown memanfaatkan situasi bola mati untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Momentum pertandingan mulai berpihak kepada tuan rumah.
Petaka Liverpool semakin lengkap pada menit ke-79. Archie Brown kembali menjadi aktor penting setelah mengirimkan umpan silang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Vedat Muriqi melalui sundulan keras.
Gol tersebut memastikan kemenangan 3-2 bagi Fenerbahçe sekaligus membalikkan keadaan hanya dalam rentang sepuluh menit.
Dominasi Liverpool Tak Berbanding Lurus dengan Hasil
Ada satu hal menarik dari pertandingan ini: Liverpool sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola.
The Reds mencatatkan sekitar 68 persen penguasaan bola dan melepaskan 22 percobaan tembakan, sementara Fenerbahçe membukukan 17 percobaan.
Namun, statistik tersebut justru memperlihatkan persoalan Liverpool. Dominasi penguasaan bola tidak cukup apabila organisasi pertahanan masih mudah ditembus, terutama ketika menghadapi situasi bola mati dan serangan langsung.
Tiga gol yang bersarang ke gawang Alisson juga menjadi alarm serius. Liverpool tercatat kebobolan setidaknya tiga gol dalam tiga pertandingan kompetisi Eropa secara beruntun.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Fenerbahçe. Di bawah arahan sementara Dirk Kuyt, klub Turki tersebut akhirnya mengakhiri catatan sepuluh pertandingan tanpa kemenangan di Liga Champions.
Klasemen dan Dampak Hasil Pertandingan
Kekalahan ini membuat Liverpool tertahan di posisi kelima dengan sembilan poin, sementara Fenerbahçe naik ke peringkat ke-19 dengan koleksi lima poin.
Bagi Liverpool, hasil ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Andoni Iraola perlu segera mengevaluasi keseimbangan permainan, terutama koordinasi lini belakang dan kemampuan tim mempertahankan keunggulan.
Sebaliknya, Fenerbahçe mendapatkan suntikan kepercayaan diri besar. Mereka membuktikan bahwa menghadapi tim dengan penguasaan bola lebih baik bukan berarti harus menyerahkan pertandingan begitu saja.
Di Istanbul, Liverpool belajar satu hal penting: menguasai pertandingan belum tentu berarti menguasai hasil akhir. (Haaq)



