Lanskap, Jakarta – Tugas kuliah sering kali hanya berakhir sebagai file di komputer atau angka nilai di akhir semester. Namun hal berbeda terlihat dalam Festival Project Mata Kuliah Universitas Esa Unggul yang digelar pada Jumat, 23 Januari 2026, di Kemala Ballroom Kampus Jakarta. Dalam ajang ini, karya mahasiswa justru mendapat ruang untuk tampil dan diapresiasi publik.
Melalui partisipasi aktifnya, Jendela Puspita membawa pesan sederhana namun bermakna: karya mahasiswa tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi memiliki potensi untuk berkembang menjadi karya nyata yang bernilai. Pada festival tersebut, Jendela Puspita memamerkan sejumlah buku hasil karya mahasiswa Universitas Esa Unggul yang telah diterbitkan.
Pameran ini menjadi bukti bahwa proses belajar di ruang kelas dapat melahirkan produk literasi yang bisa dinikmati lebih luas. Karya yang awalnya merupakan tugas perkuliahan, bertransformasi menjadi buku yang memiliki nilai baca dan daya jangkau publik.
Kehadiran buku-buku karya mahasiswa di stan Jendela Puspita tidak hanya menjadi ajang pamer, tetapi juga sumber inspirasi. Banyak mahasiswa melihat secara langsung bahwa ide dan tulisan yang digarap dengan serius memiliki peluang untuk dipublikasikan. Apresiasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan dan berani melahirkan karya.
Apresiasi juga datang dari Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU, ASEAN Eng., yang menyempatkan diri mengunjungi stan Jendela Puspita. Ia menilai karya-karya mahasiswa yang dipamerkan menunjukkan kualitas yang baik serta mencerminkan potensi besar mahasiswa Esa Unggul.
“Hasil karya mahasiswa ini bagus dan keren-keren. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Esa Unggul memiliki potensi besar dan mampu menghasilkan karya yang membanggakan,” ujar Rektor.
Ia juga menegaskan pentingnya kejujuran akademik. “Tentunya harus dipastikan lagi kalau ini bukan produk AI semata,” tambahnya, menekankan nilai integritas yang dijunjung tinggi di lingkungan Universitas Esa Unggul.
Tak hanya menampilkan karya, Jendela Puspita juga memberikan apresiasi kepada para pemenang karya terbaik. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberian bingkisan buku karya Tim Penulis Jendela Puspita dengan total nilai hadiah sebesar Rp2.500.000.
Penghargaan diberikan kepada pemenang dari lima mata kuliah universitas, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Agama. Bingkisan buku ini diharapkan dapat menjadi referensi literasi sekaligus penyemangat bagi mahasiswa untuk terus menulis dan berkarya.
Festival Project Mata Kuliah Universitas Esa Unggul sendiri melibatkan 1.379 karya mahasiswa, mencerminkan keberagaman ide, latar belakang, dan kreativitas yang tumbuh di lingkungan kampus. Bagi Jendela Puspita, festival ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dunia akademik dengan dunia literasi dan penerbitan.
Melalui keterlibatannya dalam festival ini, Jendela Puspita berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus berlanjut. Lebih dari itu, Jendela Puspita ingin mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada ide dan tugas semata, tetapi berani melangkah lebih jauh hingga melahirkan karya nyata yang dibaca dan memberi dampak. (Hnd)



