Bloom Beneath the Surface, Eksplorasi Desain Elizabeth tentang Kekuatan dan Kelembutan
3 mins read

Bloom Beneath the Surface, Eksplorasi Desain Elizabeth tentang Kekuatan dan Kelembutan

6 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Perpaduan karakter kuat dan kelembutan feminin menjadi gagasan utama koleksi Bloom Beneath the Surface yang diperkenalkan Elizabeth dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Presentasi koleksi berlangsung di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, Kamis (29/10/2026), dengan menampilkan 16 looks hasil eksplorasi material, tekstur, dan siluet modern.

Melalui koleksi ini, Elizabeth mengangkat gagasan tentang transformasi yang berlangsung di balik permukaan. Konsep tersebut diterjemahkan melalui pertemuan struktur dan gerak, material berkarakter dan tekstur lembut, serta modernitas dengan inspirasi alam.

Koleksi yang dikembangkan oleh Vernalyn Subali, Director of Design Product Elizabeth, ini memperlihatkan upaya brand memperluas interpretasi desain feminin. Kekuatan dan kelembutan tidak ditempatkan sebagai dua karakter yang berlawanan, melainkan sebagai elemen yang dapat hadir bersama.

Material Leather Diterjemahkan ke dalam Busana

Eksplorasi material menjadi salah satu bagian penting dalam Bloom Beneath the Surface. Elizabeth menggunakan textured PU leather untuk menghadirkan busana dengan siluet struktural dan sentuhan feminin.

Material tersebut dipadukan dengan teknik laser-cut floral yang menghasilkan detail organik. Tekstur knit, katun, dan satin turut digunakan untuk membangun variasi permukaan serta karakter visual koleksi.

Penggunaan leather juga memiliki hubungan dengan perjalanan Elizabeth sebagai brand yang dikenal melalui produk tas. Material yang selama ini menjadi bagian dari identitas produknya dikembangkan ke dalam kategori busana.

Palet warna koleksi memadukan stone, clay, dan olive dengan aksen deep burgundy, blush pink, serta dusty blue. Perpaduan ini membangun karakter quiet confidence, yakni kepercayaan diri yang tidak ditampilkan secara berlebihan, tetapi tetap menghadirkan kesan elegan.

Vernalyn Subali menjelaskan bahwa koleksi ini menjadi kesempatan bagi Elizabeth untuk mengeksplorasi material yang selama ini identik dengan tas ke dalam bentuk desain lain.

“Kami ingin menunjukkan bahwa material yang selama ini identik dengan tas Elizabeth juga bisa dieksplorasi menjadi busana dengan sesuatu yang lebih kreatif. Seperti padu padan tekstur, floral, dan siluet modern, sehingga menunjukkan identitas Elizabeth yang punya karakter kuat namun tetap menampilkan sentuhan feminin,” ujar Vernalyn.

Menurutnya, eksplorasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Elizabeth melalui perspektif baru tanpa meninggalkan karakter elegan dan timeless yang telah menjadi identitas brand.

Evolusi Brand dan Ekspresi Perempuan

Kehadiran Elizabeth di JFW 2027 menjadi bagian dari perjalanan pengembangan desain yang mengikuti perubahan zaman. Melalui Bloom Beneath the Surface, brand tersebut mempertemukan karakter material, eksplorasi detail, dan estetika modern dalam satu interpretasi koleksi.

Semangat Empower Women with Style juga menjadi bagian dari arah brand dalam mendorong perempuan mengekspresikan diri dan membangun kepercayaan diri melalui gaya personal.

Didirikan di Bandung pada 1963, Elizabeth memulai perjalanan dari produksi tas travel. Selama lebih dari enam dekade, brand ini mengembangkan portofolio produk yang mencakup tas, pakaian, alas kaki, aksesori, jam tangan, eyewear, luggage, hingga koleksi pria.

Elizabeth menyebut memiliki jaringan lebih dari 100 toko di Indonesia. Selain melalui gerai fisik, produknya juga tersedia di situs web, aplikasi mobile, dan official store di berbagai marketplace.

Koleksi Bloom Beneath the Surface menjadi salah satu langkah Elizabeth dalam memperluas eksplorasi desain kontemporer, dengan tetap mempertahankan perpaduan estetika dan fungsi yang menjadi bagian dari karakter brand. (Hnd)