Indocomtech 2026 Soroti AI, Digitalisasi Pendidikan, dan Keamanan Siber
3 mins read

Indocomtech 2026 Soroti AI, Digitalisasi Pendidikan, dan Keamanan Siber

6 Kali Dibaca

Lanskap.id, Jakarta –  Indocomtech 2026 resmi dibuka di Hall A, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (29/10/2026). Memasuki penyelenggaraan ke-32, pameran yang berlangsung hingga 1 November ini menghadirkan produk teknologi, promosi belanja, serta kompetisi esports Point Blank National Championship (PBNC).

Selain menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengenal produk IT dan gadget, Indocomtech 2026 mengangkat isu perkembangan digitalisasi, kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), keamanan siber, dan transformasi digital pendidikan.

Mengusung tema “See, Experience, Solve, and Stay Ahead”, pameran ini mempertemukan pelaku industri, komunitas, dan pengunjung untuk melihat perkembangan teknologi serta peluang pemanfaatannya.

Peluang Industri Teknologi dan Tantangan Keamanan

Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, menyoroti peluang industri teknologi seiring pertumbuhan pusat data, komputasi awan, AI, dan kebutuhan integrasi sistem.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang bisnis dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Namun, pemanfaatan teknologi juga perlu disertai perhatian terhadap keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

AI, misalnya, dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus berpotensi dimanfaatkan untuk memperkuat serangan siber. Karena itu, pengembangan teknologi perlu didukung kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi.

Marsudi juga menekankan pendekatan human-centric, yakni pengembangan teknologi yang berorientasi pada manusia dan memperkuat kemampuan manusia.

Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia, Hidayat Tjokrodjojo, turut menekankan pentingnya pendidikan dan pemahaman dasar teknologi di tengah perkembangan AI.

Transformasi Digital Pendidikan

Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa digitalisasi pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sekadar pengadaan perangkat.

Data yang disampaikan dalam sambutan mencatat bahwa pada 2025 pemerintah menyediakan papan interaktif digital beserta kelengkapannya bagi 288.865 satuan pendidikan. Dukungan internet diberikan kepada 8.152 satuan pendidikan dan jaringan listrik kepada 2.389 satuan pendidikan.

Pada 2026, program digitalisasi pembelajaran dilanjutkan dengan sasaran 268.393 satuan pendidikan. Pendampingan pemanfaatan teknologi juga disebut telah menjangkau lebih dari 58.000 satuan pendidikan.

Pemanfaatan teknologi di sekolah, menurut sambutan tersebut, perlu diikuti peningkatan kompetensi guru, penyediaan konten berkualitas, serta pengembangan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Teknologi juga diharapkan memperluas akses pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Kolaborasi industri dinilai penting untuk mendukung pengembangan talenta digital, kemampuan sains dan teknologi, serta penguasaan koding dan AI.

Esports Jadi Bagian dari Ekosistem Digital

Di luar diskusi teknologi, Indocomtech 2026 menghadirkan Point Blank National Championship sebagai bagian dari rangkaian acara.

Project Manager Point Blank Zeppeto Indonesia, Lukman Rizky El Dani, menyoroti peluang yang muncul dari perkembangan industri gaming dan esports. Ekosistem ini tidak hanya mencakup permainan, tetapi juga kreativitas, kerja sama tim, disiplin, pembuatan konten, dan profesi di bidang esports.

Sementara bagi pengunjung, pameran ini menawarkan program promosi berupa diskon hingga 70 persen, clearance sale, lelang produk, serta cicilan 0 persen melalui myBCA sesuai ketentuan yang berlaku.

Indocomtech 2026 berlangsung hingga 1 November 2026 di Hall A, JICC, Senayan, Jakarta. Pameran ini mempertemukan aktivitas belanja teknologi dengan diskusi mengenai arah perkembangan digitalisasi, pendidikan, dan industri kreatif. (Rnie)