
PrimeBiz Hotel Cikarang dan Zip Production Buka Ruang Kreativitas Anak Lewat Fashion Show Batik
Lanskap.id, Bekasi – Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan melibatkan generasi muda melalui kegiatan kreatif. Salah satunya diwujudkan PrimeBiz Hotel Cikarang bersama Zip Production melalui Lomba Fashion Show Batik Anak bertema “Pesona Batik: Elegan dan Kreatif”.
Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional sekaligus memeriahkan hari jadi PrimeBiz Hotel Cikarang ini memberikan ruang bagi anak-anak Kabupaten Bekasi untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri.
Melalui peragaan busana, batik tidak hanya diperkenalkan sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai medium ekspresi yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas generasi muda.
Founder Zip Production, Miss Ipoh, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka sejak dini.
Ia menilai dukungan lingkungan dan tersedianya ruang berekspresi merupakan bagian penting dalam membantu anak-anak mengenali bakat masing-masing.
Sementara itu, Hotel Manager PrimeBiz Hotel Cikarang, Rurry Adriawan, menyebut perayaan hari jadi hotel sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memiliki nilai budaya dan sosial.
Menurutnya, dukungan terhadap kreativitas anak menjadi salah satu bentuk kontribusi hotel agar dapat tumbuh bersama komunitas di Kabupaten Bekasi.
Marketing Communication Manager PrimeBiz Hotel Cikarang, Tedi Andika Ruslan, menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia perhotelan, komunitas, dan industri kreatif dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk berkarya.
Ia berharap kegiatan bertema batik dapat mendorong anak-anak untuk semakin mengenal budaya Indonesia sekaligus mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang seni dan fashion.
Kolaborasi PrimeBiz Hotel Cikarang dan Zip Production diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perayaan. Kemitraan tersebut berpeluang dikembangkan menjadi program kreatif yang mendukung pelestarian budaya, memperkuat partisipasi komunitas, dan membuka ruang bagi potensi anak-anak Kabupaten Bekasi.
Melalui kegiatan ini, batik menjadi penghubung antara upaya menjaga warisan budaya dan kebutuhan generasi muda untuk berekspresi, berkreasi, serta membangun kepercayaan diri. (Hnd)



