
Tiga Tahun Krisis Gaza, Dompet Dhuafa Soroti Pentingnya Bantuan Kemanusiaan Berkelanjutan
Lanskap, Jakarta – Tiga tahun sejak eskalasi serangan besar-besaran di Gaza pada Oktober 2023, kebutuhan kemanusiaan masyarakat Palestina masih menjadi perhatian. Pada 7 Oktober 2026, Dompet Dhuafa kembali mengajak masyarakat Indonesia menjaga dukungan bagi Palestina, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun seruan bagi pemenuhan hak-hak rakyatnya.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menilai penderitaan rakyat Palestina tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang konflik dan perampasan hak, termasuk peristiwa Nakba pada 1948.
Menurut Ahmad, kerusakan tempat tinggal dan fasilitas publik, kehilangan anggota keluarga, serta terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar menjadi bagian dari kondisi yang dihadapi masyarakat Gaza.
“Palestina bukan hanya isu politik dan agama, tetapi juga ujian bagi nurani kita sebagai sesama manusia. Mari berdiri bersama Palestina dan jangan biarkan suara dukungan kita padam,” ujarnya.
Memenuhi Kebutuhan Dasar di Tengah Krisis
Dompet Dhuafa menyebut bantuan untuk Palestina dijalankan melalui sejumlah program yang mencakup kesehatan, pangan, air bersih, dan pendidikan.
Di sektor kesehatan, bantuan meliputi rehabilitasi medis dasar bagi korban luka, layanan klinik keliling, ambulans, obat-obatan dasar, serta shelter kesehatan darurat. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu warga yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sementara itu, program food bank dan dapur umum menyediakan makanan siap santap bagi pengungsi, termasuk di Jabalya dan Tofah. Program Iftar & Suhoor for Palestine juga menjadi bagian dari dukungan pemenuhan pangan.
Pada masa kurban, Dompet Dhuafa menjalankan Sedekah Daging Palestina dengan menyalurkan daging olahan dalam kemasan kaleng. Bentuk bantuan ini dipilih karena praktis dan memiliki daya simpan lebih lama.
Persoalan air bersih dan sanitasi turut menjadi perhatian melalui distribusi air menggunakan tangki air ke kamp-kamp pengungsian.
Pendidikan dan Pemulihan Jangka Panjang
Di luar pemenuhan kebutuhan darurat, Dompet Dhuafa menjalankan Beasiswa Santri Tahfizh untuk mendukung pendidikan keagamaan anak-anak Palestina.
Lembaga tersebut juga menyiapkan konsep “Kampung Indonesia” atau Indonesia Zone sebagai rencana jangka panjang untuk mendukung pemulihan dan keberlangsungan hidup masyarakat Palestina.
Program-program tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan kemanusiaan tidak hanya berkaitan dengan bantuan segera, tetapi juga keberlanjutan layanan dasar dan pendidikan.
Ahmad mengatakan masyarakat Gaza masih membutuhkan makanan, obat-obatan, air bersih, tempat tinggal, dan fasilitas umum, termasuk rumah sakit. Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan.
“Bantuan sekecil apa pun yang kita kirimkan dapat menjadi penopang hidup bagi mereka yang sedang berjuang. Mari terus membantu dan menyalakan harapan masyarakat Palestina,” katanya.
Bagi Dompet Dhuafa, menjaga kepedulian terhadap Palestina berarti memastikan bantuan kemanusiaan terus mendapat perhatian sekaligus mempertahankan dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk hidup aman dan merdeka. (Hnd)



